Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kronologi Penyebaran Covid-19 Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Versi Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya mengaku telah melakukan beberaa upaya terkait dugaan tertularnya ratusan karyawan

Kronologi Penyebaran Covid-19 Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Versi Pemkot Surabaya
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Prosesi pemakaman PDP Covid-19 oleh personel Polresta Malang Kota dan tim PSC 119 Malang Kota, di TPU Klayatan Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (1/5/2020) dini hari WIB 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya mengaku telah melakukan beberaa upaya terkait dugaan tertularnya ratusan karyawan pabrik rokok Sampoerna.

Pemkot Surabaya membuka data berbagai upaya penanganan terkait kasus penularan virus Corona atau Covid-19 di pabrik rokok Sampoerna di Rungkut, Surabaya.

Bahkan sebelum kasus itu mengemuka, Pemkot Surabaya mengaku sudah melakukan berbagai hal.

Sebagaimana diketahui, kasus penularan virus Corona di pabrik rokok Sampoerna bermula dari dua orang yang positif Covid-19 dan diketahui meninggal.

Baca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu, Minggu 3 Mei 2020, Lengkap Bacaan Niat Puasa Ramadan

Baca: Chord Gitar dan Lirik Lagu Perlahan - Guyon Waton, Perlahan Engkaupun Menjauh dari Diriku

Baca: Dikhususkan Buat Pasien Covid-19, Ruang HCU dan PICU Gedung Kiara RSCM Rampung Direnovasi

"Mulanya tanggal 2 April 2020, yang bersangkutan itu sakit dan berobat ke klinik perusahaan. Pada 9 April 2020, pasien dirujuk di rumah sakit.

Tanggal 13 April 2020, pasien melakukan pemeriksaan tes swab di rumah sakit yang berbeda," kata Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Muhammad Fikser, Sabtu (2/5/2020).

Fikser melanjutkan, sejak saat itu Pemkot Surabaya melakukan tracing dengan penyelidikan epidemologi di setiap rumah sakit agar dapat memutus rantai persebaran Covid-19.

Begitu diketahui yang bersangkutan merupakan karyawan pabrik Sampoerna, pada 16 April 2020 Dinkes Surabaya memanggil pihak perusahaan.

"Jadi bukan perusahan yang melapor, tapi kami yang memanggil. Kami yang menemukan," kata Fikser.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya itu pun memastikan dalam penanganan kasus di pabrik tersebut tidaklah terlambat.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas