Bima Arya Akui Kenal Pria yang Mengamuk Saat Langgar PSBB Bogor: Saya Cukup Kaget
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku kenal dengan pria yang tengah viral karena mengamuk saat melanggar aturan PSBB di Bogor.
Penulis:
Isnaya Helmi Rahma
Editor:
Whiesa Daniswara
TRIBUNNEWS.COM - Belum lama ini viral sebuah video seorang pria yang mengamuk saat melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor, Minggu (3/5/2020).
Keributan itu dipicu karena pria tersebut tidak terima saat sang istri diimbau oleh petugas untuk memindah posisi duduk ke bangku belakang mobil sesuai aturan PSBB.
Rupanya pria yang tengah viral ini merupakan senior dari Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto semasa SMA.
Hal ini disampaikan Bima dalam program Kompas Petang, Senin (4/5/2020).
Bima mengaku kenal baik dengan pria yang memiliki nama Endang Wijaya.
Baca: Viral Gaya Siswi SMA Rayakan Kelulusan dengan Hura-Hura, Ini Respon Kemendikbud
Baca: 7 FAKTA YouTuber Ferdian Paleka, Kerap Bikin Konten Vulgar, Kini Viral karena Prank Sembako Sampah
"Iya kenal baik, Endang Wijaya itu kawan saya, satu senior di atas saya waktu SMA," jelas Bima.
Wali Kota Bogor ini mengaku cukup kaget saat mengetahui rekannya itu marah-marah saat ditegur petugas soal PSBB.
Mengingat menurut Bima, rekannya merupakan orang yang santun dan kalem.
"Saya kenal beliau ini orangnya santun dan kalem, bertemu terakhir sekira 2 bulan lalu di acara musyawarah alumni." kata Bima.
"Cukup kaget juga waktu melihat dia marah-marah," imbuhnya.
Kendati demikian, setelah video viral rekannya itu, Bima mengaku belum ada komunikasi dengan yang bersangkutan.
"Belum ada kontak sejauh ini," ujarnya.
Baca: Pria di Bogor Mengamuk Tak Mau Berpisah Dengan Istrinya Duduk di Jok Depan Mobil, Ini Kronologinya
Baca: VIRAL Pria di Bogor Ini Mengamuk Saat PSBB, Ngotot Tak Ingin Istrinya Pindah di Kursi Belakang Mobil
Dalam kesempatan itu, Bima juga turut menyoroti aksi rekannya tersebut.
Ia mengaku seharusnya peraturan PSBB dapat diindahkan oleh semua warga Bogor.
Hal ini karena penerapan PSBB merupakan upaya pemerintah dalam melindungi warganya dari terpapar virus corona (Covid-19).