Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saat The Best Venue Gang Dolly Disulap Menjadi Sentra Industri

Pemkot Surabaya merubah venue terbaik Gang Dolly yang saat itu diisi oleh PSK terbaik. Kini telah berbeda, menjadi sentra industri yang bermanfaat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Saat The Best Venue Gang Dolly Disulap Menjadi Sentra Industri
Mola TV
Saat The Best Venue Gang Dolly Disulap Menjadi Sentra Industri 

TRIBUNNEWS.COM - 'Dulu tempat maksiat kini beri manfaat' kira-kira itulah kalimat yang bisa menggambarkan kondisi Gang Dolly saat ini.

Seperti diketahui, sebelum ditutup oleh pemerintah kota Surabaya pada 19 Juli 2014, Gang Dolly konon katanya merupakan tempat lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara.

Namun kini situasi telah berubah, banyak sentra industri dan UMKM yang tumbuh dan berkembang dari kawasan Gang Dolly.

Sebelum penutupan, gang Dolly memiliki 'The Best Venue' bernama Wisma Barbara, yang merupakan wisma terbesar dan terbaik di kawasan Gang Dolly saat itu.

"Ini the bestnya Dolly. Semakin ke atas, semakin muda dan harganya pun semakin mahal," terang Jarwo, salah seorang masyarakat yang tinggal di dekat Hotel Barbara.

Setelah dibeli pemerintah kota Surabaya, wajah Hotel Barbara disulap sedemikian rupa menjadi wadah yang bermanfaat, dengan menjadikannya sebagai sentra industri.

Hotel Barbara kini digunakan sebagai tempat produksi sepatu dan sendal. Bahkan tak sedikit, hotel-hotel di Surabaya memesan sendal ke tempat produksi ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Para pekerjanya pun tak jauh dari warga yang terdampak dari penutupan Gang Dolly.

"Yang dulu buka warung, tukang laundry, dan parkir, kini menjadi bagian dari tempat produksi di Hotel Barbara," kata Ati, ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Program KUB merupakan bagian dari Kementrian Sosial yang membantu para pegiat usaha untuk bangkit saat diterpa keterpurukan.

Sentra industri sendal dan sepatu yang dikomandoi Ati adalah satu diantara banyak contoh perubahan Gang Dolly ke arah yang lebih baik.

Ada juga Bani, yang dulunya bertugas sebagai RT disebuah kawasan Gang Dolly. Dia berpihak pada kubu yang mendukung penutupan Gang Dolly.

"Saya sadar ini (penutupan Gang Doly) keputusan pemerintah, mau-ga mau ini harus ditutup," jelas Bani.

Bani juga menjelaskan, saat ini Gang Dolly sedang dalam proses ke arah yang lebih baik.

Di sekitar tempat tinggal Beni, ada UMKM yang membuat minuman dari bahan dasar rumput laut. Dan ini merupakan minuman satu-satunya yang berbahan rumput laut di Surabaya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas