Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pelaku Prank Petugas Medis dengan Pura-pura Pingsan dan Kejang, Ternyata dalam Pengaruh Miras

Pelaku 'prank' alias candaan terhadap petugas medis di rumah sakit di Bone Sulawesi Selatan terancam hukuman berat.

Editor: Sanusi
zoom-in Pelaku Prank Petugas Medis dengan Pura-pura Pingsan dan Kejang, Ternyata dalam Pengaruh Miras
TribunNewsmaker.com Kolase/KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T/Freepik
AR (20) gadis belia diamankan polisi bersama tiga rekannya lantaran aksi pranknya terjangkit Covid-19 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sabtu, (9/5/2020). 

Justru petugas medis mencium bau alkohol dari AR.

Petugas berkeyakinan bahwa AR hanya mabuk dan tidak terindikasi Covid-19.

Petugas medis pun kemudian memanggil ketiga rekannya untuk membawa pulang.

Ketiga temannya pun kemudian membawa AR ke mobil. Setiba di mobil AR berteriak, "Ku prank ko (saya prank kamu)".

"Dipanggil temannya, ambil temanmu mabuk dia. Sesampai di mobil, dia teriak, 'Ku prank ko' (saya prank kamu)," ujarnya.

Pahrun mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain-main atau melakukan perbuatan prank pada masa pandemi Covid-19.

"Jangan main-main dengan perbuatan prank. Kasihan petugas medis yang bertugas dikerjai seperti itu. Semoga ini menjadi pembelajaran," imbaunya.

 Pencarian Hari Kedua, Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Kali Leduk Tangerang

 Bolehkah Katak, Anjing, dan Kera Menghina Kura-kura? Ini Kunci Jawaban Kelas 1-3 SD Jumat 15 Mei

 Terima Donasi Satu Hati Lawan Corona, Persija Foundation Berisi Legenda Macan Kemayoran

 Berapa Liter Air yang Diperlukan untuk Mengisi Bak Hingga Penuh? Ini Kunci Jawaban Kelas 4-6 TVRI

 Perangi Pandemi Corona, PERKATRI Hibahkan Satu Set PCR ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Berita Rekomendasi

Permohonan maaf keluarga

Sementara itu, Hidayat (45), selaku keluarga tersangka AR meminta permohonan maaf agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami sekeluarga meminta maaf kepada seluruh petugas dan perawat Covid-19 atas ulah anak keponakan kami" kata Hidayat, melalui pesan singkat dilansir Kompas.com pada Kamis, (14/5/2020).

Hidayat menambahkan, kondisi mental AR masih labil dan perilaku tersebut sungguh menyakitkan Petugas Gugus Tugas Covid-19 yang bekerja mempertaruhkan nyawa.

"Kami sadar bahwa ulahnya sangat menyakitkan terhadap seluruh petugas gugus Covid-19 yang bekerja mempertaruhkan nyawa dan kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan," sambung Hidayat.

(Tribunnews.com/Kompas.com)

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas