Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Peredaran Narkoba

Ketua Askot PSSI Jakut Bandar Besar Sabu, Kaki Tangannya Eks Pemain Liga I, Ini Fakta-faktanya

Dedi A Manik ditangkap saat mengirim paket sabu sebanyak 5,319 Kilogram ke wilayah Jawa Timur bersama rekannya

Ketua Askot PSSI Jakut Bandar Besar Sabu, Kaki Tangannya Eks Pemain Liga I, Ini Fakta-faktanya
Firman Rachmanuddin/Surya
Empat Tersangka Ditangkap BNNP Jatim. Dari empat itu, dua di antaranya adalah Nasirin merupakan mantan kiper Persegres Gresik dam PSMS Medan, sementara Eko adalah mantan gelandang jangkar Persela Lamongan. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -- Peredaran narkoba yang baru terbongkar oleh BNNP Jawa Timur, ternyata dikendalikan oleh Dedi A manik, mantan wasit Liga Indonesia yang kini menjabat ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Utara.

Sejumlah fakta terungkap di balik bisnis narkoba narkoba kelas kakap ini.

Dedi A Manik ditangkap saat mengirim paket sabu sebanyak 5,319 Kilogram ke wilayah Jawa Timur bersama rekannya, Novin Ardian.

Sabu-sabu itu berikan kepada mantan pemain klub Liga I, yaitu eks Kiper Persegres Gresik M Choirun Nasirin alias Cak Imin serta mantan gelandang Persela Lamongan, Eko Susan Indarto (40) warga Pucangro, Lamongan.

Keempatnya pun akhirnya digelandang ke kantor BNNP Jatim untuk mempertanggungawabkan perbuatannya.

Berikut fakta-faktanya:

1. Baru saja gelar turnamen atas namanya

Sebelum tertangkap, Minggu (17/5/2020) siang, Dedi A Manik ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Utara itu sempat menggelar turnamen sepak bola bertajuk Liga Jakarta Utara, Piala Dedi A Manik 2020, di stadion Rawa Badak 5 April 2020.

Direktur Operasional tim PS Hizbul Wathan Suli Daim (kiri) saat Memperkenalkan M Choirun Nasirin (kanan) sebagai penjaga gawang baru tim PSHW musim ini.
Direktur Operasional tim PS Hizbul Wathan Suli Daim (kiri) saat Memperkenalkan M Choirun Nasirin (kanan) sebagai penjaga gawang baru tim PSHW musim ini. (PS Hizbul Wathan)

Hal itu dibenarkan Penyidik Madya, AKBP Wisnu Chandra.

"Iya benar, hal itu menunjukkan tersangka ini masih aktif di kegiatan pesepakbolaan Indonesia," kata Wisnu, Senin (18/5/2020).

Baca: Contoh Amalan Sunnah dan Doa untuk Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Baca: Ganjar Ungkap Lika-liku Bansos di Desa-desa Jateng Selama Pandemi Covid-19

Baca: Ingat Kasus Corona di Pabrik Sampoerna Surabaya? Begini Suasana Berbeda di Pabrik setelah Beroperasi

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas