Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Helikopter TNI Jatuh di Kendal

Saksi Mata: Ada 2 Orang Berlari dari Helikopter yang Jatuh, Setelah Itu Heli Meledak

"Setelah jatuh ada 2 orang yang sempat lari dari heli. Setelah itu terjadi 3 sampai 4 kali ledakan," kata Eka

Saksi Mata: Ada 2 Orang Berlari dari Helikopter yang Jatuh, Setelah Itu Heli Meledak
Sumber: Istimewa via KompasTV
Helikopter TNI AD jatuh di kendal, Sabtu (6/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, KENDAL - Peristiwa helikopter TNI AD jatuh di Kendal, Jawa Tengah, sempat disaksikan oleh beberapa warga yan kebetulan ada di dekat lokasi.

Salah satunya warga bernama Eka Candra.

Baca: Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia, Ini Profilnya Semasa Hidup

Melansir Kompas.com, dia adalah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi jatuhnya helikopter tersebut, yakni di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kaliwungu, Kendal.

Kepada KOMPAS TV, Eka mengaku melihat helikopter terbang rendah, semakin rendah, dan semakin rendah sebelum akhirnya jatuh dengan suara keras.

"Setelah jatuh ada 2 orang yang sempat lari dari heli. Setelah itu terjadi 3 sampai 4 kali ledakan," kata Eka kepada KOMPAS TV, Sabtu (6/6/2020).

Eka sempat mengabadikan jatuhnya helikopter itu dengan kamera di ponselnya.

Dari foto-foto itu, diketahui jam kejadian pukul 14.24 WIB.

Kedua orang yang sempat menyelamatkan diri dari helikopter itu, kata Eka, langsung diangkut oleh tim SAR yang datang dengan cepat sesaat setelah kejadian.

Baca: Yakin Harun Masiku Meninggal, MAKI Serahkan Hadiah HP IPhone 11 Kepada Informan Nurhadi

Sebelumnya diberitakan, helikopter jenis MI 17 milik Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) Ahmad Yani Semarang, jatuh terbakar di lapangan yang ada di Kawasan Industri Kendal, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2020), pukul 14,25 WIB.

Empat orang meninggal dalam kejadian ini dan 5 menderita luka berat.

Kapolda Jateng Jelaskan Situasinya

Akibat insiden itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfi mengatakan empat penumpang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.

"‎Benar, ada sembilan penumpang, empat meninggal dunia, lima luka-luka,” ucap Ahmad Lutfi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Sabtu (6/6/2020).

Baca: Letda Cpn (K) Alberta Injilia, Penerbang Helikopter Bell 412: Modal Nekat dan Usaha

Ahmad Lutfi segera menuju lokasi kejadian ketika mendapat kabar tersebut.

Jenderal bintang dua ini mengaku sedang di lokasi kejadian bersama sejumlah anggota.
"Saya sedang di lokasi untuk melakukan penanganan," tuturnya.
Informasi yang dihimpun di lapangan, helikopter yang jatuh tersebut jenis MI 17 v 5 HA 5141 milik TNI-AD Semarang, terbang sejak pukul 12.39 WIB.
Ketika sampai di lokasi, helikopter tiba-tiba oleng dan terjatuh hingga akhirnya meledak. Adapun korban meninggal dunia yakni Kapten Kadek, Kapten Fredi, Kapten Y Hendro, dan Lettu Wisnu.
Sementara korban luka diketahui bernama Lettu Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, dan Praka Andi K. Seluruhnya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
Ahmad Lutfi ‎menambahkan pihaknya belum mengetahui penyebab pasti terjatuhnya helikopter tersebut.
Menurutnya perlu pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab jatuhnya helikopter.
“Nanti akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas