Serangan di Intan Jaya Mei 2020 Diyakini Ulah Kelompok Militer Pimpinan Murib
Mereka, kata Dax Sianturi, adalah kelompok pimpinan Militer Murib yang bermarkas di Kabupaten Puncak
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Kabupaten Intan Jaya, Papua beberapa waktu ini menjadi target Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beraksi.
Kurang lebih ada beberapa peristiwa penyerangan sejak 21 hingga 30 Mei 2020.
Baca: BREAKING NEWS Update Corona 6 Juni: Tambah 993 Kasus, Total 30.514 Pasien Positif, 9.907 Sembuh
Kedua aksi tersebut menyebabkan dua orang tewas dan satu orang mengalami luka berat.
Melansir Kompas,com, Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi menyebut, kedua kejadian tersebut dilakukan oleh kelompok yang sama.
Mereka, kata Dax Sianturi, adalah kelompok pimpinan Militer Murib yang bermarkas di Kabupaten Puncak.
"Ini kelompok Militer Murib, itu mereka kelompok Puncak Jaya, Timika dan Paniai, itu mereka masih satu kelompok, itu satu lajur," ujar Dax, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/6/2020).
Dax menuturkan, kelompok Militer Murib merupakan bagian dari kelompok TPN OPM dengan pimpinan tertingginya adalah Goliat Tabuni.
Namun, di bawah Goliat Tabuni, masih ada sosok Lekagak Telenggen yang ditunjuk sebagai pemimpin operasi.
"Itu pemimpinnya Goliat Tabuni dan panglima operasinya Lekagak Telenggen," kata Dax.
Ia meyakini, kelompok yang berulah di Intan Jaya berbeda dengan kelompok yang meneror Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Hanya saja, mereka berada dalam satu rantai komando Lekagak Telenggen.
"Ini tim yang berbeda dengan komando yang sama, mereka tidak ikut ke Tembagapura," kata dia.
Keberadaan KKB di Intan Jaya, sambung Dax, bukan untuk menetap, namun hanya wilayah perlintasan.
Menurut dia, rute perjalanan KKB pimpinan Militer Murib adalah Puncak-Intan Jaya-Mimika.
Karenanya, ia meyakini kelompok tersebut akan selalu bergerak.