Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Habel Tanaem Tewas Ditangan Anak Kandungnya, Tewas Ditebas Parang di Leher

Saat saksi Silpa melaporkan kejadian tersebut kepada Aris, bersamaan dengan itu pelaku menghabisi nyawa korban

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Habel Tanaem Tewas Ditangan Anak Kandungnya, Tewas Ditebas Parang di Leher
Istimewa
Kapolsek Amanatun Selatan, Ipda Patterson sedang membekuk Marthen Tanaem, pelaku pembunuhan ayah kandung 

TRIBUNNEWS.COM, SOE - Habel Tanaem (62) tewas dibantai oleh anak kandungnya bernama  Marthen Tanaem (29).

Warga Desa Nenoat Kecamatan Nunkolo Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menebas leher sang ayah dengan menggunakan sebilah parang setelah keduanya terlibat adu mulut.

Korban terjatuh, bersimbah darah.

Kapolres TTS, AKBP Ariasandy, SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Hendricka RA Bahtera STK, SIK, MH mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu (6/6/2020) malam.

Pelaku sempat kabur usai menghabisi nyawa korban.

Marthen dibekuk Buser Polres TTS dan Polsek Amanatun Selatan, Minggu (7/6) pagi.

"Pelaku sudah kita tahan dan barang bukti sudah kita amankan," kata Hendricka ketika dikonfirmasi di SoE, Senin (8/6).

Rekomendasi Untuk Anda

Hendricka menjelaskan kronologi kejadian.

Menurutnya, pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 Wita, pelaku tiba di rumahnya RT 012 RW 006 Desa Nenoat. Pelaku tidak langsung masuk tetapi duduk di emperan rumah.

Baca: Kegiatan yang Dilakukan Anak-anak di Lampung pada Tayangan Anak Seribu Pulau, Jawaban Soal Kelas 1-3

Sedangkan korban berada di dalam rumah.

Saat melihat pelaku, lanjut Hendricka, korban langsung memarahi pelaku karena jarang berada di rumah.

Ketika itu ada Silpa Tabun, saksi yang melihat pertengkaran ayah dan anak tersebut.

Karena khawatir akan terjadi sesuatu, Silpa pergi ke rumah anak kandungnya Aris Tanem untuk menginformasikan pertengkaran pelaku dan korban.

Saat saksi Silpa melaporkan kejadian tersebut kepada Aris, bersamaan dengan itu pelaku menghabisi nyawa korban.

"Pelaku dimarahi korban karena suka keluyuran tidak jelas pulang sudah malam. Karena emosi dimarahi inilah pelaku gelap mata dan menghabisi nyawa korban dengan sebilah parang," terang Hendricka.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas