Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Objek Wisata Buka, Disparpora Karanganyar Pastikan Destinasi Siap Hadapi New Normal: Tidak Main-main

Objek wisata di Karangnyar mulai buka pada Selasa 16 Juni 2020. Dinas Pariwisata ungkap persiapan hingga sebut tempat mana saja yang sudah buka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Objek Wisata Buka, Disparpora Karanganyar Pastikan Destinasi Siap Hadapi New Normal: Tidak Main-main
TRIBUNNEWS.COM/ THERESIA FELISIANI
Candi Cetho di Desa Gumeng, Kec Jenawi, Kab Karanganyar, Jawa Tengah. 

"Kolam renang, tubing, rafting, arung jeram, waterboom itu yang belum boleh," tuturnya.

Meski Grojogan Sewu tidak masuk wahana air untuk permainan, ternyata masih ada kendala perizinan dari pengelola untuk bisa kembali beroperasi.

Seperti halnya Grojogan Sewu yang dikelola oleh PT Duta Indonesia Jaya.

Pengelola nantinya harus mengurus izin dari pihak terkait meski Bupati Karanganyar Juliyatmono sudah memberi izin.

"Beberapa objek walaupun tidak mengelola wahana air, tetap belum bisa buka karena mereka menunggu rekomendasi dari pemilik aset," ungkap Titis.

"Contoh Grojogan Sewu, itu kan operatornya PT Duta, untuk membukanya, walau Bupati sudah mengizinkan, tapi PT Duta akan izin juga ke BKSDA Jawa Tengah selaku pemilik aset," paparnya.

Baca: Objek Wisata Karanganyar Dibuka Selasa 16 Juni, Apa Boleh untuk Renang, Tubing, hingga Arung Jeram?

Air Terjun Grojogan Sewu yang terletak di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Air Terjun Grojogan Sewu yang terletak di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. (karanganyarkab.go.id)

Selain Grojogan Sewu, tempat wisata populer lainnya juga terkendala izin dari pemilik aset yang masih diproses meski sudah ada izin dari Pemkab.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya mengelola bumi perkemahan Sekipan, Puncak Lawu, untuk buka itu, saya juga harus mendapat izin dari Perhutani, karena itu miliknya Perum Perhutani," terang Titis.

"Pernah ada larangan buka, maka pada saat saya dengan dasar surat bupati itu saya mau membuka Sekipan maupun Puncak Lawu, maka saya akan tetap membutuhkan surat dari Perhutani," tuturnya.

Sama halnya dengan objek wisata Candi Cetho dan Candi Sukuh yang mana pemilik asetnya adalah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Prambanan.

Menurut Titis, berbagai objek wisata tersebut tak bisa serempak buka hari Selasa lantaran surat izin bupati baru terbit Senin (15/6/2020).

"Demikian juga Candi Sukuh, Candi Cetho, itu juga saya membutuhkan surat dari BPCB Prambanan, karena mereka yang memiliki aset itu, kami dari Dinas Pariwisata hanya operator saja," ucap Titis.

"Belum (buka), saya menunggu surat dari BPCB. Saya mengirim surat baru kemarin, karena surat bupati juga baru kemarin," imbuhnya.

Para calon pendaki dan orang yang hendak camping pun harus menunggu terbitnya surat izin beroperasi dari para pemilik aset.

"(Gunung Lawu) belum (buka). Dia paket dengan Sekipan, saya menunggu dari Perhutani," ujar Titis.

"Pringgondani, bumi perkemahan Sekipan, Puncak Lawu, itu kan yang mengelola kami, tapi kan tetap harus izin dari Perhutani juga untuk membuka itu," tambahnya.

(Tribunnews.com/Ifa Nabila)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas