Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ridwan Kamil Sebut Iuran Siswa di Sekolah Swasta dapat Subsidi Rp 500 Ribu

Untuk pelajar di sekolah negeri, pada Juli 2020 tidak ada pembayaran iuran sekolah (SPP) alias gratis.

Ridwan Kamil Sebut Iuran Siswa di Sekolah Swasta dapat Subsidi Rp 500 Ribu
Chaerul Umam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan anggaran subsidi untuk siswa-siswi di sekolah milik swasta.

Subsidi tersebut diberikan untuk mengurangi beban orang tua pelajar yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Swasta kami subsidi setengah jutaan (Rp 500 ribuan), kemudian tidak mampu di swasta, kami beasiswakan secara penuh. Jdi soal isu biaya sudah kami bebaskan," papar Emil sapaan Ridwan Kamil dalam webinar Cokrotv bertema Pemimpin di Tengah Pandemi, Jakarta, Minggu (21/6/2020) malam.

Baca: Enggartiasto Lukita: Hadapi Situasi Sulit Akibat Pandemi Covid-19 Peran Pendidikan Sangat Besar

Baca: Kronologi Komplotan OTK Serang Pengendara Motor Hingga Tewas di Jakbar

Baca: Tiga Gadis Dijual di Kawasan Puncak: Bertarif Rp 1,5 Juta, Layani Tiga Tamu dalam Sehari

Untuk pelajar di sekolah negeri, kata Emil, pada Juli 2020 tidak ada pembayaran iuran sekolah (SPP) alias gratis.

"Gubernur sebelumnya menjanjikan sekolah gratis, tidak kejadian. Alhamdulilah dana kami ini fokus ke Covid-19 dan untuk SPP (iuran sekolah) gratis itu akhirnya kami sisihkan, tidak kami ganggu," papar Emil.

Sementara terkait pembukaan sekolah di Jawa Barat, Emil menyebut tidak akan mengizinkan kegiatan belajar di sekolah selama daerah tersebut belum masuk kategori zona hijau.

"Kita belajar dari Korea Selatan yang canggih, klasternya (Covid-19) ada di pendidikan, Prancis negara maju klaster baru ada di pendidikan, Israel sudah buka lockdown tutup lagi gara-gara pendidikan," papar Emil.

"Jadi selama belum ada zona hijau belum dibuka. Zona hijau itu, tidak ada kasus positif Covid-19, PDP sudah hilang, ODP tidak datang lagi, dan sebagainya. Per hari ini belum ada (zona hijau)," sambung Emil.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas