Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur dan SDM di Papua
periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widowo (Jokowi) menjadikan sektor Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama di Papua.
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Meski begitu, ia mengajak agar, putra putri asli Papua yang duduk di posisi kunci, seperti artis, seniman, mereka yang duduk di pemerintahan, untuk bersama-sama membangun narasi positif Papua karena masyarakat internasional lebih percaya terhadap informasi dari warga asli Papua.
Ia setuju, bahwa media sosial menjadi tantangan utama.
Karena itu, setiap ada narasi negatif, akan lebih baik langsung dijelaskan diklarifikasi sehingga tidak dikesankan sebagai informasi yang benar.
Opini harus dibangun secara bersama sama dan terorkestrasi. Karena itu, jangan lagi terlambat untuk memberikan klarifikasi atas informasi salah mengenai Papua.
“Untuk menyelesaikan masalah Papau semua harus bermain karena permasalahan bukan satu lembaga atau per orang, ini persoalan bersama, perlu diawali berpikir sama, berkata sama, dan akan sangat manjur jika orang asli Papua yang menjelaskan mengklarifikasi, termasuk dengan menggencarkan diplomasi budaya,” ucap Tantowi.
Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino menambahkan, persoalan pengkotak-kotakan berdasar isu rasialis sejatinya telah pupus sejak deklarasi sumpah pemuda dimana dinyatakan bahwa semua berada dalam satu nusa satu bahasa satu nasib sepenanggungungan.
Bahkan, sejatinya isu rasialis sedari dulu hanya dikelola oleh kolonialis untuk memecah belah mengkotak-kotakkan dan yang diuntungkan bukan dari pihak masyarakat.
Ia mengakui, isu rasial, kerap muncul pada momen momen politik lokal seperti Pilkada terlihat dari narasi kampanye. Hal itu meski hanya tampil dalam politik, memiliki dampak luas, karena terkesan ada perlakuan berbeda.
Karena itu, ia meminta pemerintah untuk benar-benar memperlihatkan keadilan dan kesamaan dalam penegakan hukum, menciptakan peraturan yang tidak disktriminatif sehingga sebagian kelompok tidak merasa ada luka sejarah.
Juga, perlu terus didorong konsensus dialog bersama antara masyarakat Papua dan pemerintah dan menghilangkan pendekatan kekerasan, karena hal itu tidak bisa menjadi dasar dalam membangun rasa senasib sepenanggungan.
“Dalam melakukan pembangunan itu jangan sampai punya masaaah dengan masyarakat adat atau menghancurkan budaya,” ujarnya.
Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, menambahkan, ia berharap pemerintah terus memiliki perhatian kepada Papua dengan memperkuat perhatian pada sektor pendidikan dan sumber daya manusia, seperti membangun sekolah puskesmas, sehingga betul-betul memberi imbas positif pada Papua dalam jangka panjang.
“Saya percaya Pak Jokowi sunguh-sungguh membangun Papua, dan kami apresiasi,” katanya.
Edo Kondologit, musisi asli Papua mengatakan, pusat dan daerah harus bersama-sama membangun Papua apalagi Presiden Jokowi memiliki perhatian besar.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.