Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Viral Curhat Wali Murid Soal Memberi Hadiah ke Wali Kelas saat Bagi Rapor, Pengamat: Laporkan Kepsek

Viral postingan wali murid yang curhat soal pemberian hadiah pada wali kelas saat pembagian raport anaknya. Pengamat sarankan agar lapor ke Kepsek.

Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Viral Curhat Wali Murid Soal Memberi Hadiah ke Wali Kelas saat Bagi Rapor, Pengamat: Laporkan Kepsek
Facebook.com/Meri Maria
VIRAL Curhat Wali Murid Soal Pemberian Hadiah pada Wali Kelasnya, Wajarkah di Dunia Pendidikan? 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat pendidikan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Joko Nurkamto MPd memberikan pandangan terkait viralnya curhatan wali murid soal pemberian hadiah kepada wali kelas.

Menurut Joko, sapaannya, wali kelas dalam postingan yang viral memang menandakan adanya tendensi untuk meminta hadiah.

Namun, Joko juga tidak membenarkan perlakuan wali murid yang memposting hal tersebut di jagat maya.

"Tindakan memposting juga bagi saya tidak bagus."

"Sebaiknya kalau wali murid keberatan, jangan posting di publik, dilaporkan saja ke kepala sekolah," ujar Joko kepada Tribunnews, Senin (22/6/2020).

Pengamat pendidikan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd.
Pengamat pendidikan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. (Tribunnews/Istimewa)

Joko menilai tindakan memposting aib orang lain yang belum tentu benar merupakan perilaku yang tidak baik.

Namun, bila unggahan tersebut benar adanya, ia menyayangkan sikap wali kelas yang terkesan meminta hadiah.

Berita Rekomendasi

"Kalau dilihat dari perspektif agama, itu memperlihatkan aib orang lain yang belum tentu benar, karena dari perspektif sendiri tidak ada saksi."

"Kalau postingan itu benar, maka saya anggap guru itu tidak bagus. Meminta-minta itu tidak bagus apapun bentuknya," papar Joko kepada Tribunnews melalui sambungan telepon.

Joko mengatakan, tindakan wali kelas tersebut bisa mengarah kepada indikasi korupsi, yakni gratifikasi.

"Guru seharusnya itu berdedikasi, jadi tidak boleh korupsi, itu bagi saya korupsi, istilahnya seperti gratifikasi," tambahnya.

Orang tua murid dan guru mengenakan masker saat pembagian raport di dalam kelas dengan penerapan tempat duduk secara physical distancing di Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Nurul Iman, Jalan Cibaduyut Raya, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2020). Pembagian raport kepada lebih dari 2.000 siswa dari tingkat Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di sekolah ini menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah guna mencegah penularan virus corona (Covid-19). Biasanya pembagian raport di Pesantren Nurul Iman hanya membutuhkan waktu satu hari, kali ini di tengah pandemi Covid-19 pembagian raport harus dilakukan selama dua minggu karena penerapan protokol kesehatan yang ketat. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Orang tua murid dan guru mengenakan masker saat pembagian raport di dalam kelas dengan penerapan tempat duduk secara physical distancing di Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Nurul Iman, Jalan Cibaduyut Raya, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2020). Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Baca: VIRAL Curhat Wali Murid Soal Pemberian Hadiah pada Wali Kelasnya, Wajarkah di Dunia Pendidikan?

Ia menuturkan, alangkah lebih baik bila sumbangan wali murid digunakan untuk keperluan sekolah, dibanding memberikan kepada masing-masing guru.

Pasalnya, bila 'pemberian hadiah' saat bagi hasil rapot menjadi kebiasaan maka akan berbahaya.

Terlebih soal perlakuan guru kepada murid yang orang tuanya memberikan hadiah.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas