Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diimunisasi, Bayi 3 Bulan di Polewali Mandar Meninggal, Keluarga Sebut Vonis Dokter Mengada-ada

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan Polewali Mandar bersama Puskesmas Matakali menemui keluarga AS, Kamis (2/7/2020).

Diimunisasi, Bayi 3 Bulan di Polewali Mandar Meninggal, Keluarga Sebut Vonis Dokter Mengada-ada
Pexels
Ilustrasi bayi 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang bayi berinisial AS yang berusia tiga bulan meninggal dunia setelah diimunisasi.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan Polewali Mandar bersama Puskesmas Matakali menemui keluarga AS, Kamis (2/7/2020).

Dalam pertemuan ini, terjadi perdebatan pihak keluarga dan dokter hingga tak menemui kesepakatan. Pihak keluarga menilai penjelasan otoritas kesehatan Polewali Mandar yang tiba-tiba memvonis anaknya meninggal karena menderita broncopneumonia mengada-ada.

Alasannya, dokter sebelumnya tidak pernah melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendiagnosis yang tepat untuk anaknya, tiba-tiba lahir kesimpulan penyebab kematian sang anak.

Baca: Bukan Usia yang Jadi Tolok Ukurnya, Ini Tanda Bayi Sudah Siap Diberi Makanan Pendamping ASI

Baca: Kakek di Bali Perkosa Menantu yang Sudah Dihamili Anak Kandungnya, Terancam Penjara 15 Tahun

Pihak keluarga menuding ada kesalahan dalam prosedur penanganan medis saat sang anak diimunisasi di Puskesmas Matakali, Polewali Mandar.

Keluarga juga mempermasalahkan prosedur penanganan pasien yang dinilai tidak biasanya. Anaknya langsung diimunisasi tanpa ditimbang petugas kesehatan.

Pihak orangtua bayi juga kesulitan lantaran pihak puskesmas tidak menyediakan timbangan saat imunisasi.

Dokter hanya bertanya berat anak tanpa menimbangnya. Keluarga bayi menyesalkan protap kerja petugas kesehatan yang dinilai tidak sesuai prosedur.

Menaggapi kematian AS usai diimunisasi, dokter Sintia dari Puskesmas Matakali mengatakan, bayi tersebut saat dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis dan sesak akibat broncopneumonia.

“Kondisinya sudah kritis saat dibawa ke rumah sakit. Disebabkan karena sesak akibat broncopneumonia,” jelas dr Sintia.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ifa Nabila
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas