Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Risma Curhat, Blak-blakan Merasa Diserang Secara Pribadi, 'Sakit Mbak Jadi Pemimpin, Sakit Sekali'

Risma menyebut banyak kesalahan-kesalahan yang ditudingkan padanya, padahal hal itu tidak dilakukannya.

Risma Curhat, Blak-blakan Merasa Diserang Secara Pribadi, 'Sakit Mbak Jadi Pemimpin, Sakit Sekali'
Yusron Naufal Putra/Tribun Jatim
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui usai acara pengarahan Menkopolhukam selaku Wakil Ketua Pengarah Gugus Tugas Covid-19 kepada Gugus Tugas Covid-19 sekitar Surabaya Raya, Jumat (26/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri RIsmaharini mengungkapkan curahan hatinya (curhat) kalau dirinya banyak sakit hati saat pandemi Covid-19 ini.

"Sakit mbak jadi pemimpin, sakit sekali," ungkap Risma dalam acara Rosi di Kompas TV, Kamis (2/7/2020).

Risma menyebut banyak kesalahan-kesalahan yang ditudingkan padanya, padahal hal itu tidak dilakukannya dalam penanganan Covid-19 di Surabaya. 

Awalnya, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengurai alasannya sujud di hadapan dokter yang bertugas di RSUD dr Soetomo.

Risma tidak terima disebut bahwa rumah sakit surabaya penuh.

Baca: Disinggung Tampak Kurusan, Risma Mengaku Lelah Urusi Pasien COVID-19: Semua Staf Saya Kurus

Pasalnya, salah satu rumah sakit yang disediakan pihaknya untuk menampung pasien covid-19 hingga kini belum ada yang menempati.

Padahal ada 200 bed yang tersedia.

Risma juga mengaku sulit mengakses RSUD dr Soetomo.

Dia bahkan mengaku telah mengirimkan bantuan APD ke RSUD dr Soetomo, namun tidak diterima.

Baca: Aksinya Bersujud di Hadapan Dokter Dinilai Drama dan Lebay, Risma: Saya Tak Bisa Berpura-pura

"Sakit mbak jadi pemimpin, sakit sekali," keluhnya.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas