Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Risma Curhat, Blak-blakan Merasa Diserang Secara Pribadi, 'Sakit Mbak Jadi Pemimpin, Sakit Sekali'

Risma menyebut banyak kesalahan-kesalahan yang ditudingkan padanya, padahal hal itu tidak dilakukannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Risma Curhat, Blak-blakan Merasa Diserang Secara Pribadi, 'Sakit Mbak Jadi Pemimpin, Sakit Sekali'
Yusron Naufal Putra/Tribun Jatim
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui usai acara pengarahan Menkopolhukam selaku Wakil Ketua Pengarah Gugus Tugas Covid-19 kepada Gugus Tugas Covid-19 sekitar Surabaya Raya, Jumat (26/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri RIsmaharini mengungkapkan curahan hatinya (curhat) kalau dirinya banyak sakit hati saat pandemi Covid-19 ini.

"Sakit mbak jadi pemimpin, sakit sekali," ungkap Risma dalam acara Rosi di Kompas TV, Kamis (2/7/2020).

Risma menyebut banyak kesalahan-kesalahan yang ditudingkan padanya, padahal hal itu tidak dilakukannya dalam penanganan Covid-19 di Surabaya. 

Awalnya, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengurai alasannya sujud di hadapan dokter yang bertugas di RSUD dr Soetomo.

Risma tidak terima disebut bahwa rumah sakit surabaya penuh.

Baca: Disinggung Tampak Kurusan, Risma Mengaku Lelah Urusi Pasien COVID-19: Semua Staf Saya Kurus

Pasalnya, salah satu rumah sakit yang disediakan pihaknya untuk menampung pasien covid-19 hingga kini belum ada yang menempati.

Padahal ada 200 bed yang tersedia.

Rekomendasi Untuk Anda

Risma juga mengaku sulit mengakses RSUD dr Soetomo.

Dia bahkan mengaku telah mengirimkan bantuan APD ke RSUD dr Soetomo, namun tidak diterima.

Baca: Aksinya Bersujud di Hadapan Dokter Dinilai Drama dan Lebay, Risma: Saya Tak Bisa Berpura-pura

"Sakit mbak jadi pemimpin, sakit sekali," keluhnya.

Rosiana Silalahi pun meminta Risma blak-blakan mengungkapkan apa yang dirasakan.

Risma lalu mengaku harus menyelesaikan masalah-masalah yang tidak dilakukan.

"Contohnya kami dituduh membawa 38 pasien. Bagaimana mungkin?

Ambulans kami 17 untuk tangani TGC, berarti kami harus pakai 2 kali ambulans.

Itu tidak mungkin karena kita juga nolong kecelakaan, ibu melahirkan," ujar Risma.

Baca: Fakta-fakta Risma Bersujud di Kaki Dokter, Kronologi dan Jawaban Menohok RSUD dr Soetomo

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas