Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pak RT Kaget Warganya Diduga Teroris dan Ditangkap Densus 88: Tiba-tiba Buka Pengobatan Alternatif

RT di Semarang mengungkapkan sikap IS yang lama kelamaan tertutup dan berganti-ganti bisnis hingga tiba-tiba bisa membuka pengobatan alternatif.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Pak RT Kaget Warganya Diduga Teroris dan Ditangkap Densus 88: Tiba-tiba Buka Pengobatan Alternatif
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Seorang warga melintas di depan rumah yang menjadi tempat tinggal IS (47) terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 di di Jalan Purwosari Perbalan IIE RT1 RW5, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (5/7/2020) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua RT 1 RW 5, Kelurahan Purwosari, Semarang Utara, Semarang, Agus Suprianto kaget dengan warganya berinisial IS (47) yang diduga teroris dan ditangkap Densus 88.

Agus mengungkapkan sikap IS yang lama kelamaan tertutup dan berganti-ganti bisnis hingga tiba-tiba bisa membuka pengobatan alternatif.

"Dulu dia bekerja sembako di Kalimantan, tetapi tiba-tiba bisa membuka pengobatan alternatif," paparnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (5/7/2020) malam.

Agus menyebut ketika menerima tamunya yang didominasi laki-laki tidak pernah melapor ke pihak RT.

Bahkan ketika dirinya berkali-kali meminta dokumen seperti KTP dan KK sebagai kelengkapan administrasi.

IS tidak pernah memberikan data.

Baca: Wanita yang Diamankan Densus 88 di Semarang Buka Usaha Pengobatan Herbal, Tapi Tak Pernah Lapor RT

Baca: Densus 88 Tangkap Seorang Wanita di Semarang, Pantau Gerak-gerik Selama 3 Hari Sebelum Penyergapan

"Saya bersikap tegas agar dia memberi dokumen namun dia tetap bergeming tidak memberikan," paparnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikatakan Agus, IS memiliki tiga kerabat di Semarang.

Dua kerabat perempuan masih satu Kelurahan

Satu kerabat laki-laki ada di Tlogosari,

Keluarga besar IS sangat baik ke lingkungan.

Ada kerabatnya meski di luar Kelurahan tetap membayar uang administrasi RT setempat.

"Keluarganya memang baik, yang IS ini memang beda," jelasnya.

Agus menambahkan, sepengetahuannya dulu IS mengenakan jilbab biasa.

Namun sekira dua tahun lalu pakaiannya tertutup dan bercadar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas