Geger 3 Batu Cagar Budaya di Jatibarang Semarang Hilang, Diduga Dicuri
Sejauh ini, kata Ngatini, warga hanya merawat batu itu seadanya hanya membersihkan batu itu tanpa ada perawatan khusus
Editor:
Eko Sutriyanto
"Warga tidak tahu kalau benda itu ada nilai jualnya," ungkapnya.
Sejauh ini, kata Ngatini, warga hanya merawat batu itu seadanya.
Yakni hanya membersihkan batu itu tanpa ada perawatan khusus.
Baca: Dua Dokter Kakak Beradik di Semarang Meninggal karena Corona, Susul sang Ayah
Bahkan batu itu sempat dibuat taman kecil namun rusak karena ada pelebaran jalan.
"Warga juga bingung batu itu dilindungi atau memiliki nilai jual. Kami hanya merawat tanpa ada maksud tertentu," katanya.
Sedangkan Warga lain Nasikhin (29) mengaku, hilangnya batu cagar budaya tersebut diduga terjadi pada Rabu (8/7/2020) dinihari.
Sebab ada pengakuan warga ketika melintas di jalan itu masih melihat batu pada Selasa (7/7/2020) sekira pukul 00.00.
"Anak muda yang nongkrong di gang sebelah juga sempat melihat mobil pick up L 300 mondar mandir padahal sudah larut malam," jelasnya.
Kendati demikian, warga di lingkungan tersebut tidak menyangka bahwa setelah itu ada aksi pencurian batu cagar budaya.
"Jadi ketika pencurian warga hanya bisa kaget," terangnya.
Menurut Nasikhin, batu itu sudah ada di tempat tersebut mulai tahun 1991.
Sepengetahuan dia, benda itu dipindahkan warga dari candi Duduhan ke gang depan kampung atau lokasi saat ini.
Entah tujuan dan maksudnya dia kurang mengetahui.
"Mungkin kesalahan warga menaruhnya di pinggir jalan utama bukan di tengah pemukiman sehingga mudah diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab," bebernya.(Iwn)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Geger 3 Batu Cagar Budaya di Jatibarang Semarang Hilang, Warga Sempat Lihat Pikap Mondar-mandir
Baca tanpa iklan