Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Agar Tak Hamil di Masa Pandemi, Warga Betung Memilih Kontrasepsi Ini, Berikut Alasannya

Warga Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin melakukan antisipasi agar tak terjadi kehamilan di masa Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Agar Tak Hamil di Masa Pandemi, Warga Betung Memilih Kontrasepsi Ini, Berikut Alasannya
Mat Bodok/Sriwijaya Post
Para perawat dan dokter Betung serta perwakilan warga menunjukan kondom, Rabu (15/7/2020) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

TRIBUNNEWS.COM, BANYUASIN -- Warga Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin melakukan antisipasi agar tak terjadi kehamilan di masa Covid-19.

Warga di kecamatan itu disebut lebih memilih kondom dari pada alat kontrasepsi lainnya.

Karena, mnurut warga pakai kondom lebih terasa dan praktis.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin Dr dr Rini Pratiwi MKes melalui Kepala Puskesmas Betung, dr Indah Daryane mengungkapkan, bahwa melalui pelayanan KB serentak ini, masyarakat terus diingatkan akan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi di masa Pandemi Covid-19.

Baca: Dugaan Prostitusi Online HH: Tarif Rp 30 Juta, Baru Dibayar Rp 20 Juta, Ditemukan Alat Kontrasepsi

Tujuannya, agar penggunaan alat kontrasepsi jangan sampai terputus, dalam rangka mengantisipasi terjadinya kehamilan di luar program KB karena dampak Covid-19.

Menurut dia, londom lebih dicari warga Betung.

Rekomendasi Untuk Anda

“Pelayanan KB serentak dalam rangka mengendalikan jumlah penduduk sekaligus menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Anak dan Angka Kematian Bayi (AKB),” kata dr Indah, Rabu (15/7/2020).

Baca: Puluhan Remaja Kedapatan Ngamar di Hotel, Bu Camat Kaget Alat Kontrasepsi dan Obat Kuat Berserakan

Dijelaskan Indah, jika ibu memiliki risiko tinggi, kehamilannya meningkat justru akan menyebabkan risiko kematian bayi terutama pada masa neonatus (bayi baru lahir sampai usia 28 hari (0 – 28 hari).

Lebih lanjut dr Indah menjelaskan untuk di Kota Betung sendiri khususnya yang dilayani, KB yang diminati masyarakat adalah kondom sebanyak 64, suntik 32 dan implan peserta 25 orang.

"Alat kondom menjadi pilihan warga, cepat dan terasa apalagi pola pemakaian di atur," ungkapnya.

Sementara itu, Indra Purnama salah seorang warga Kecamatan Betung mengaku lebih pilih kondom karena pengunaanya yang cepat dan efisien.

Baca: Viral Curhatan Perempuan soal Alat Kontrasepsi IUD, Biaya Mahal Tidak Ada Jaminan

“Kondom lebih gampang, tinggal pasang kemudian setelah dipakai tinggal buang. Kalau pakai implan dan suntikan ngeri,” tuturnya.

Lebih lagi, kalau memakainya tiga lapis dengan sistem dipasang spare part batang , setengah, dan dipasang pul, jelas akan terasa nikmatnya.

"Penggunaan kondom asiknya lagi bisa ber fariasi, pastikan akan nagih," tandasnya. (*)

 Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Antisipasi Hamil Saat Masa Pandemi, Warga Betung Pilih Kondom, Alasannya Lebih Terasa dan Praktis

Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas