Tribun

Sepuluh Korban Banjir Bandang di Luwu Utara Masih Dinyatakan Hilang

Kerusakan infrastruktur meliputi jalan sepanjang 12,8 km, jembatan 9 unit, pipa air bersih 100 m dan bendungan irigasi 2 unit

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sepuluh Korban Banjir Bandang di Luwu Utara Masih Dinyatakan Hilang
ist
BPBD Kabupaten Luwu Utara mencatat 3.627 KK atau 14.483 orang masih mengungsi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabang, Baebunta dan Masamba) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan pascabanjir bandang Kabupaten Luwu Utara per Selasa (21/7), pukul 22.00 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia (MD) mencapai 38 orang dan 10 lainnya masih dinyatakan hilang.

Upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,  Raditya Jati menyatakan, warga yang mengalami luka-luka mencapai 106 orang, 22 di antaranya menjalani rawat inap dan sisanya rawat jalan.

Sedangkan pengungsian, BPBD Kabupaten Luwu Utara mencatat 3.627 KK atau 14.483 orang masih mengungsi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabang, Baebunta dan Masamba).

BPBD setempat masih mendata populasi penyintas yang berada di Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.

Sementara itu, perkembangan terkini kerugian mencakup rumah terdampak 4.202 unit, tempat usaha mikro 82, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8, fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2 dan pasar 1.

Sedangkan kerusakan infrastruktur meliputi jalan sepanjang 12,8 km, jembatan 9 unit, pipa air bersih 100 m dan bendungan irigasi 2 unit.

Baca: Presiden Kirimkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Luwu Utara

Menurut pantauan BPBD setempat, akses Jalur poros Masamba – Baebunta, Jalan Poros di Kecamatan Sabbang menuju Desa Malimbu masih tertimbun lumpur dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Kerusakan lahan produktif mencakup 219 hektar lahan pertanian dan 241 hektar lahan sawah.

"Upaya penanganan darurat lain yang dilakukan dengan pendirian dapur umum yang tersebar di enam titik," katanya.

Menurut informasi yang diperoleh Pusdalops BNPB, ketersediaan dapur umum masih kurang untuk memenuhi kebutuhan permakanan para penyintas.

BPBD dan instansi terkait mendistribusikan bantuan logistik melalui motor trail untuk menjangkau wilayah yang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat.

Tantangan ini mengakibatkan distribusi bantuan logistik belum dapat diakses para penyintas di beberapa titik dengan optimal.

Beberapa faktor memicu terjadinya banjir bandang, salah satunya hujan berintensitas tinggi sejak 12 – 13 Juli lalu, yang kemudian menyebabkan Sungai Rongkong, Sungai Meli dan Sungai Masamba meluap pada Senin (13/7), pukul 21.00 waktu setempat.

Baca: Empat Jenazah Perempuan Korban Banjir Bandang Luwu Utara Belum Bisa Diindentifikasi

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas