Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Guru SD Usia 59 Tahun Datangi Rumah Siswanya untuk Belajar, Pergi ke 4 Lokasi Setiap Hari

Seorang guru berusia 59 tahun mendatangi rumah siswanya selama pandemi. Bahkan ia harus mendatangi 4 lokasi setiap harinya pada Senin-Jumat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Guru SD Usia 59 Tahun Datangi Rumah Siswanya untuk Belajar, Pergi ke 4 Lokasi Setiap Hari
TribunJateng.com/Saiful Ma'sum
PEMBELAJARAN TATAP MUKA: Jumarotun (59) guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Galih Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal melakukan pengajaran tatap muka dengan protokol kesehatan, Rabu (5/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang guru berusia 59 tahun mendatangi rumah siswanya selama pandemi.

Bahkan ia harus mendatangi 4 lokasi setiap harinya pada Senin-Jumat.

Jumarotun (59) seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Galih Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal tak patah arang dalam membina siswa-siswanya.

Meski di usianya yang memasuki tahun ke-60, perempuan yang akrab disapa Bu Tun ini mengajar dengan mendatangi rumah siswanya di tengah pandemi covid-19.

Dalam sebuah kesempatan belajar di rumah milik Umi Mukharomah Desa Galih, Bu Tun tampak semangat mengajar 3 siswanya dengan protokol kesehatan, di antaranya M Zhafran HQ.

Ia bahkan membawa beberapa benda yang diperlukan sesuai buku pelajaran seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi hingga sampo untuk mempermudah proses belajar anak.

Perempuan yang kini tinggal di di Desa Gemuhblanten Kecamatan Gemuh itu setiap pagi mulai berkeliling.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan tekun, ia mengajari setiap anak khusus kelas 1 SDN 1 Galih agar bisa berhitung, menulis dan membaca.

Katanya, 3 pokok dasar pembelajaran itu akan maksimal jika diajarkan secara tatap muka disertai dengan praktik.

"Pembelajaran ini baru tiga hari mulai Senin kemarin."

"Metodenya praktik dan ceramah (teori)."

Baca: Seorang Ayah Nekat Curi HP Demi sang Anak Bisa Belajar Online, Tinggal di Gubuk & Makan Mie Berlima

Baca: Nadiem Izinkan Penggunaan Dana BOS untuk Belajar Online : Termasuk Bayar Gaji Guru Honorer

Baca: Cerita Pria Curi Ponsel Agar Anaknya Bisa Belajar Online: Kalau Niat Nyuri, Semua Barang Saya Ambil

PEMBELAJARAN TATAP MUKA: Jumarotun (59) guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Galih Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal melakukan pengajaran tatap muka dengan protokol kesehatan, Rabu (5/8/2020).
PEMBELAJARAN TATAP MUKA: Jumarotun (59) guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Galih Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal melakukan pengajaran tatap muka dengan protokol kesehatan, Rabu (5/8/2020). (TribunJateng.com/Saiful Ma'sum)

"Saya punya 15 siswa dan saya bagi pada 4 rumah dengan durasi pembelajaran sekitar setengah jam," terang Bu Tun di Kendal, Rabu (5/8/2020).

Sebelum pembelajaran visit home, dirinya sudah mempraktikkan pembelajaran daring maupun luring.

Pembelajaran daring dilakukan melalui WhatsApp sedangkan luring berupa penugasan yang diambil oleh masing-masing orangtua siswa.

Kata Jumarotun, kedua metode itu tak berhasil membuat anak didiknya paham dan mengerti pelajaran. Skema daring dirasa lebih berat untuk diterapkan pada siswa kelas satu sekolah dasar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas