Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Misteri Hilangnya Candi di Gunung Sipandu Dieng

Bangunan yang tersusun dari batu-batu balok sepanjang sekitar 40 cm itu mulanya hanya terlihat sepanjang sekitar 10 meteran

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Misteri Hilangnya Candi di Gunung Sipandu Dieng
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Situs diduga Ondo Budho di gunung Sipandu Dieng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzaki


TRIBUNNEWS.COM, BANJARNEGARA -
Misteri situs diduga Ondo Budho di bukit Sipandu Dieng hingga kini masih belum terpecahkan.

Situs itu sempat diteliti oleh arkeolog Aryadi Darwanto.

Bangunan yang tersusun dari batu-batu balok sepanjang sekitar 40 cm itu mulanya hanya terlihat sepanjang sekitar 10 meteran.

Tetapi setelah tanah terusannya digali, susunan batu itu ternyata masih menyambung dan belum diketahui sampai mana ujungnya lantaran terkubur tanah.

Aryadi kemudian menggali sedikit tanah di sisi struktur batu yang ditemukan.

Ternyata, anak tangga untuk menyimpulkan situs itu sebagai Ondo Budho juga belum ditemukan.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia justru menemukan batu berbentuk lempeng atau persegi yang memiliki permukaan halus.

Tetapi bagian bawahnya yang menempel tanah tidak rata alias kasar.

Baca: Hari Pertama Pembukaan Objek Wisata Dieng, Pengunjung Membeludak, Homestay Sekitar Candi Penuh

Ia menyangsikan jika batu itu anak tangga karena ukurannya terlalu lebar untuk pijakan kaki orang dewasa.

Aryadi justru menduga itu bagian dari bangunan tangga yang sengaha dibuat tanpa anak tangga, atau model perosotan.

Fungsinya, tangga ini bukan untuk lalu lalang pejalan kaki, melainkan akses gerobak pengangkut barang.

"Sumber dari Belanda menyebut, ada dua jenis Ondo Budho, yakni yang memiliki anak tangga dan yang tidak memiliki anak tangga," katanya, Rabu (5/8/2020).

Temuan ini pun sepertinya memiliki benang merah dengan mitos yang berkembang di masyarakat setempat di Dusun Bitingan Desa Kepakisan Kecamatan Batur selama ini.

Fauzi, warga Dusun Bitingan Desa Kepakisan mengatakan, jauh sebelum masyarakat luar heboh soal temuan ini, warga setempat sudah mengetahui ada banyak benda purbakala yang berserak di gunung Sipandu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas