Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pembantu yang Cabuli Bayi dengan Botol Sambil Video Call Suami Ngaku Sudah 4 Kali Bertindak Bejat

Akibat tindakannya, organ sensitif bayi malang tersebut mengalami kemerahan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Pembantu yang Cabuli Bayi dengan Botol Sambil Video Call Suami Ngaku Sudah 4 Kali Bertindak Bejat
Istimewa
Ilustrasi bayi 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pembantu bernama VV (19) melakukan pencabulan terhadap bayi 8 bulan dengan botol parfum.

VV mengaku sudah melakukan aksi bejatnya itu sambil video call suaminya sebanyak empat kali.

Akibat tindakannya, organ sensitif bayi malang tersebut mengalami kemerahan.

"Pengakuan tersangka dia empat kali melakukan aksinya. Akibatnya korban mengalami kemerahan di bagian vitalnya. Tidak sampai lecet," kata Kasat Reskrim Polres Kota Pariaman, Sumatera Barat, AKP Ardiansyah Rolindo yang dihubungi Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Menurut Ardiansyah, aksi pertama dilakukan pada 25 Juli 2020, kemudian 30 Juli, 3 Agustus dan terakhir 5 Agustus.

Baca: Cabuli Bayi 8 Bulan dengan Botol Parfum, Pembantu di Sumbar Terlibat Narkoba dan Suami Residivis

Dalam aksinya terakhir, ibu korban curiga dengan gerak-gerik pembantunya itu sehingga ia mendesak tersangka untuk mengaku.

"Tersangka ketahuan setelah ibu korban curiga dan kemudian mendesak tersangka. Akhirnya tersangka mengakui perbuatannya," jelas Ardiansyah.

Rekomendasi Untuk Anda

Ardiansyah mengatakan, semua aksi pencabulan yang dilakukan tersangka adalah dengan menggunakan botol parfum.

Semuanya dilakukan di hadapan suami pelaku via video call.

"Semuanya di hadapan suaminya yang melakukan video call dan diperlihatkan ke suaminya," kata Ardiansyah.

Baca: Viral Video CCTV Pria Coba Pegang Payudara Wanita yang Dorong Kereta Bayi, Korban sampai Jatuh

Demi suami

Sebelumnya diberitakan, demi memuaskan nafsu syahwat suaminya, seorang pembantu wanita VV (19) tega mencabuli bayi perempuan berusia 8 bulan.

Aksi pelaku diketahui ketika ibu korban yang pulang dari sawahnya di Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Ibu korban curiga melihat gerak-gerik pelaku di dalam kamar saat mengasuh anaknya.

Karena curiga, sang ibu mendesak pembantu menceritakan kejadian sebenarnya. Ibu korban yang tidak terima anaknya dicabuli kemudian membuat laporan polisi.

"Setelah menerima laporan polisi, kita langsung menangkap tersangka," kata Kapolres Kota Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana yang dihubungi Kompas.com, Rabu (12/8/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas