Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Fakta Mahasiswi S2 Tewas dalam Kondisi Hamil, Dibunuh Pacar Lalu Digantung agar Dikira Bunuh Diri

LNS ditemukan di rumah R daerah Jalan Arofah II, BTN Royal, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, 25 Juli 2020.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Daryono
zoom-in Fakta Mahasiswi S2 Tewas dalam Kondisi Hamil, Dibunuh Pacar Lalu Digantung agar Dikira Bunuh Diri
Pixabay
ILUSTRASI gantung diri. 

Orangtua R memintanya pulang ke Janapria, Lombok Tengah.

R kembali meminta izin kepada pacarnya untuk pergi namun kembali ditolak.

Bahkan korban mengancam dengan anak panah hingga membuat tersangka tak tahan.

"Orangtua pelaku menelepon sebanyak tiga kali. Tiga kali juga tersangka R meminta izin kepada korban untuk pulang ke Janapria," terang Artanto.

"Karena tetap tidak diizinkan oleh korban, tersangka menjadi kesal dan capek ketika korban mengancam dengan anak panah," paparnya.

3. Nekat bunuh

R yang naik pitam meminta pacarnya untuk tidak macam-macam.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia kemudian mencekik leher pacarnya hingga jatuh ke karpet dan tewas.

LNS meninggal dunia pada Kamis malam pukul 19.30 WITA.

Baca: Gantung Jasad Suami agar Dikira Bunuh Diri, Istri di Bengkulu Jadi Dalang Kematian Suaminya

4. Gantung korban untuk hilangkan jejak

Setelah LNS tewas, R memandangi tubuh kekasihnya yang sudah tak bernyawa itu.

Ia pun termenung hingga timbul niat untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu dengan cara menggantung tubuh pacarnya.

R kemudian keluar rumah lewat jendela dan pergi ke daerah Jempong untuk membeli tali.

Setelah kembali ke rumah, R langsung mengambil kursi di ruang makan.

Dengan naik kursi itu, ia menjebol ventilasi tembok dapur lalu menggantung jenazah pacarnya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas