Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bahagianya Nur, Pengungsi Rohingya yang Ikut Program Resettlement ke AS Setelah 7 Tahun Penantian

Penantian Nur Alam selama tujuh tahun akhirnya terbayar lunas. Proses Resettlement yang menjadi impian semua pengungsi akhirnya didapatkannya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Bahagianya Nur, Pengungsi Rohingya yang Ikut Program Resettlement ke AS Setelah 7 Tahun Penantian
Dok Rudenim Makassar
Pengungsi Rohingya asal Myanmar Mohammad Islam bin Nur Alam dan keluarga saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (18/8/2020). Nur Alam sekeluarga akan tinggal di Amerika Serikat. 

Negara-negara itu umum disebut sebagai 'negara ketiga'.

Berdasarkan data Rudenim Makassar, tahun 2020 ini telah dilakukan Ressetlement terhadap 42 pengungsi Luar Negeri di Kota Makassar.

Masing-masing warga Myanmar sebanyak 17 orang, Somalia 10 orang, Afganistan 9 orang, Pakistan 4 orang, dan Iran sebanyak dua orang.

Pengungsi Rohingya asal Myanmar Mohammad Islam bin Nur Alam dan keluarga saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (18/8/2020). Nur Alam sekeluarga akan tinggal di Amerika Serikat.
Pengungsi Rohingya asal Myanmar Mohammad Islam bin Nur Alam dan keluarga saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (18/8/2020). Nur Alam sekeluarga akan tinggal di Amerika Serikat. (Dok Rudenim Makassar)

Ke depannya Togol Situmorang berharap akan semakin banyak jatah resettlement dari negara-negara ketiga.

Hal ini mengingat masih ada tersisa 1.671 pengungsi di Kota Makassar yang terus merajut asa untuk pergi ke negeri impian.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kisah Nur Alam, Pengungsi Rohingya 7 Tahun Menanti Kini Resettlement ke AS, 27 Keluarga Jadi Korban

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas