Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Mantan Napi Teroris yang Sudah Insyaf, Kini Beternak Lele, Hidup Bahagia Bersama Keluarga

Kelompok ini saat itu berusaha menyebarkan teror dengan wacana meracuni Polda Metro dan Polsek di lingkungannya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Cerita Mantan Napi Teroris yang Sudah Insyaf, Kini Beternak Lele, Hidup Bahagia Bersama Keluarga
TribunSolo.com/Ryantono Puji
Paimin saat mengikuti upacara 17 Agustus di Balai Kota Solo, Senin (17/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Cerita mantan narapida teroris asal Sragen yang kini sudah tobat.

Dulu jadi pimpinan kelompok yang berencana meracuni polisi.

Mantan teroris tersebut kini memilih untuk beternak lele.

Eks narapidana teroris (napiter) bernama Paimin (39) Warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Sambung Macan, Kecamatan Sragen memiliki kisah masa lalu kelam bersama kelompok teroris.

Paimin yang saat ini mengaku telah 'bertaubat' dari dunia terorisme.

Dia terbukti memimpin sebuah kelompok beranggotakan delapan orang dan berencana meracuni polisi di Polda Metro Jaya sebelum akhirnya ditangkap pada Oktober 2011 silam.

Rekomendasi Untuk Anda

Akibat perbuatannya tersebut, Paimin harus menjalani hukuman penjara di Polda Metro Jaya, Mako Brimob, dan Lapas Klas II A Magelang selama 30 bulan sebelum bebas pada April 2014.

"Saya saat tertangkap merenungi jalan saya salah," katanya saat mengikuti upacara 17 Agustus di Balai Kota Solo, Senin (17/8/2020).

"Saat itu saya meninggalkan dua anak," jelasnya mengawali cerita.

 

Baca: 173 Napi di Bulukumba Diusulkan Dapat Remisi HUT RI

Paimin saat mengikuti upacara 17 Agustus di Balai Kota Solo, Senin (17/8/2020).
Paimin saat mengikuti upacara 17 Agustus di Balai Kota Solo, Senin (17/8/2020).

Paimin memaparkan, dirinya dulu mengikuti sebuah kelompok bernama Santanam.

Kelompok ini saat itu berusaha menyebarkan teror dengan wacana meracuni Polda Metro dan Polsek di lingkungannya.

"Saya terjerat kasus racun Kemayoran," akunya.

"Dulu kelompok saya merencanakan itu, tapi belum terlaksana kami ketahuan dan tertangkap," kata Paimin.

Paham terorisme itu dia dapat saat berkumpul dengan kelompoknnya, mereka mendapatkan doktrin kemudian tumbuh rasa dendam dengan polisi dan lain sebagainya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas