Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala Dinas di Tanggamus Meninggal Mendadak Usai Upacara, Putrinya Curhat Pilu Tak Ditemani Wisuda

Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Tanggamus, Mairosa, Lampung. Kepergiannya mendadak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kepala Dinas di Tanggamus Meninggal Mendadak Usai Upacara, Putrinya Curhat Pilu Tak Ditemani Wisuda
https://pixabay.com/
Ilustrasi serangan jantung (https://pixabay.com/) 

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Tanggamus, Mairosa, di Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Senin (17/8/2020).

Keluarga tak menyangka almarhum meninggal begitu cepat.

Bahkan tak sempat lagi menemani sang putra menjalani prosesi wisuda di Institut Sepulih November (ITS) Surabaya.

"Papi kini tak bisa menemani saya wisuda. Papi pernah bilang, pengan lihat saya wisuda. Saya juga pengen saat wisuda nanti, papi dan keluarga berangkat ke Surabaya," ujar putra almarhum Mairosa, Muhammad Andika, di rumah duka dengan suara lirih, kemarin.

Almarhum meninggal mendadak di dalam toilet kantor sekretariat Pemkab Tanggamus setelah mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih peringatan Hari Kemerdekaan Ke-75 RI di lapangan pemda kabupaten setempat, kemarin.

Deretan bunga papan di depan rumah duka Kadisdag Tanggamus. 'Papi Tak Bisa Temani Saya Wisuda', Kadisdag Tanggamus Meninggal Mendadak Seusai Upacara Bendera
Deretan bunga papan di depan rumah duka Kadisdag Tanggamus. 'Papi Tak Bisa Temani Saya Wisuda', Kadisdag Tanggamus Meninggal Mendadak Seusai Upacara Bendera ()

Berdasarkan pemeriksaan dokter di RSUD Batin Mangunang Kota Agung disimpulkan almarhum Mairosa meninggal karena serangan jantung.

Dika mengatakan, sang ayah merupakan sosok yang menguatkannya melewati skripsi selama ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat dirinya stres menyusun skripsi, sang papi selalu memberi motivasi hingga akhirnya dia bisa lulus.

Ia mengaku, tak memiliki firasat apapun akan kehilangan orangtuanya begitu cepat.

Sebelum sang ayah berangkat ke Tanggamus, dirinya bahkan sempat menyalami.

Namun ia mengakui, jika sang ayah beberapa hari terakhir mengeluhkan sakit di bagian bahu belakang.

Sementara ibunda Dika yang juga istri almarhum, Sri Hardiyanti, masih terlihat terpukul kehilangan sang suami.

Saat para kerabat datang, tangisnya tak terbendung.

Sejumlah kerabat pun berusaha menenangkannya.

"Mohon doanya ya ibu. Mohon dimaafkan kalau bapak ada salah. Terima kasih semuanya," ucap Sri sambil memeluk kerabatnya tersebut.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas