Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Baru Pulang Kerja Pagi Buta, Agung Jadi Korban Klitih di Flyover Jombor

Korban, Agung Setyobudi menderita 6-7 luka sabetan senjata tajam, dia tak melihat wajah para penyerang karena mereka menggunakan masker dan helm

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Baru Pulang Kerja Pagi Buta, Agung Jadi Korban Klitih di Flyover Jombor
TribunJogya/Edy Utama
Korban aksi klitih di barat flyover Jombor, Agung Setyobudi tergolek lemas di IGD RS UGM, Jumat (21/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Kekerasan jalanan tanpa motif jelas atau akrab disebut klitih terjadi Jumat (21/8/2020) sekitar pukul 03.30 WIB di barat flyover Jombor, Yogyakarta.

Korban, Agung Setyobudi menderita 6-7 luka sabetan senjata tajam. 

Ditemui di IGD RSA UGM, Agung menceritakan ketika itu, dia dalam perjalanan pulang dari kantornya di Jambon menuju Condongcatur.

Sesampainya di perempatan Kronggahan dia melihat rombongan bermotor dari arah selatan ke timur berjalan di Ring Road jalur cepat.

Melihat itu, Agung merasa tenang kemudian mengikutinya melalui jalur lambat.

Tak disangka, dari arah belakang menyalip pemotor sembari menyabetkan senjata tajam ke tubuh Agung.

Baca: Dua Bangunan SD di Sleman Terdampak Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta, Bagaimana Nasib Sekolah?

Baca: Bocah 10 Tahun di Yogyakarta Dipasung dan Dianiaya Orang Tuanya di Kandang Kambing

"Kena ini, pikirku dalam hati. Ternyata rombongan di depan yang lewat jalur cepat tadi udah nyegat pakai senjata tajam juga. Enggak tahu parang, celurit, atau apa," ujar pria 33 tahun ini sembari terbaring di bed IGD.

Rekomendasi Untuk Anda

Agung pun memutuskan lari meninggalkan sepeda motornya menuju ke selatan Ring Road.

Ternyata rombongan tersebut mengejar dan berulang kali menyabetkan senjata ke tubuhnya.

Dia sempat sembunyi di balik pagar bangunan, tapi penyerang tetap memburunya.

Pada momentum itulah Agung merasakan berkali-kali senjata tajam mendarat di tubuhnya.

Ketika hendak kabur dari balik pagar, rombongan terpisah sudah mengadang di depan.

Sambil berteriak minta tolong, Agung berusaha mempertahankan diri dan berupaya agar tidak ditusuk atau disabet bagian kepalanya.

"Wah, lewat ini," pikirnya melihat keadaan yang semakin tak terkendali.

Dia tak melihat wajah para penyerang karena mereka menggunakan masker dan helm.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas