Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aksi Bejat Pria 40 Tahun Cabuli Bocah Laki-laki Terungkap Dari Bercak Darah

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pria bernama Kusnun (40) alias Mama Nun alias Mbak Siska.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Aksi Bejat Pria 40 Tahun Cabuli Bocah Laki-laki Terungkap Dari Bercak Darah
Tribun Jateng/M Nafiul Haris
Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mendengarkan keterangan pelaku pencabulan di Mapolres Semarang, Rabu (2/9/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pria bernama Kusnun (40) alias Mama Nun alias Mbak Siska.

Pria asal Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah tersebut ditangkap atas dugaan kasus pencabulan terhadap seorang bocah laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tersangka Kusnun (40) saat gelar perkara mengaku tidak memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis.

Perbuatannya itu didorong kekesalan karena diejek tidak bisa ereksi.

Baca: Wanita Hamil Bakar Rumah Mertua di Semarang, Dendam Jadi Pemicu Aksi

"Saya itu tidak tahu apa sodomi. Saya cuma jengkel karena diejek anak-anak tidak bisa ereksi. Terus melakukan itu (sodomi) untuk pembuktian," katanya kepada Tribunjateng.com di Mapolres Semarang, Rabu (2/9/2020)

Kusnun menyatakan tidak ingin menyakiti anak-anak.

Dia juga mengaku masih memiliki ketertarikan terhadap perempuan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perbuatan yang saya lakukan tidak pernah saya rencanakan. Perbuatan saya juga tidak terinspirasi akibat menonton film porno," katanya.

Baca: Pemotor Tewas Terlindas Truk di Semarang, Picu Kemacetan Selama 2 Jam

Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, kronologi pencabulan berawal saat korban pulang bermain pada 14 Juli 2020 sekitar pukul 15.00 WIB.

"Saat itu pelapor yaitu ayah korban melihat bercak darah pada celana korban setelah buang air ke kamar mandi. Kemudian ditanyakan penyebab adanya darah itu. Dari pengakuan korban habis disodomi pelaku," jelasnya.

AKBP Gatot menjelaskan, korban mengaku disodomi pelaku sebanyak lima kali.

Bahkan alat vitalnya sempat dimainkan pelaku sebelum melakukan tindak kejahatan.

Apakah ada korban lain selain putra pelapor?

Kepolisian masih melakukan pendalaman karena keterangan pelaku selalu berubah-ubah.

Terkadang juga berpura-pura tidak melakukan apa pun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas