Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Konflik di Keraton Solo Memanas, Bereda Video Cekcok Dua Kubu yang Sempat Viral

Eddy menuturkan pihaknya telah mengantongi izin dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Konflik di Keraton Solo Memanas, Bereda Video Cekcok Dua Kubu yang Sempat Viral
istimewa
Cekcok antara orang yang mengaku diurus Raja PB XIII dengan LDA saat peringatan berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ke-275 yang digelar 1 September 2020 oleh LDA di Pagelaran Keraton Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Konflik dua kubu di Keraton Solo kembali memanas setelah terjadi percekcokan antara dua kubu.

Adu mulut di internal Keraton Kasunanan Solo Hadiningrat ini bahkan sempat beredar dan viral di media sosial (medos).

Adapun cekcok melibatkan dua kubu yakni, Lembaga Dewan Adat (LDA) dan kubu Raja Paku Buwono XIII.

Saat itu terjadi ketika peringatan berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ke-275 yang digelar 1 September 2020 oleh LDA di Pagelaran Keraton Solo.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum LDA Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi menjelaskan acara itu diikuti kerabat, sentana, dan abdi dalem Keraton Solo.

Kala itu acara sudah memasuki pengumandangan tahlil dan zikir.

Baca: Sosok Suami Reisa Broto Asmoro, Pangeran dari Keraton Solo, Pernah Berjualan untuk Biayai Demo 98

Rekomendasi Untuk Anda

Tiba-tiba orang yang mengaku utusan raja bernama Widodo datang di tengah acara berlangsung.

"Kita menyelenggarakan acara di situ lalu dia datang, pas dia datang saya bilang pak Widodo mau ikut? Monggo kalau mau ikut," kata Eddy kepada TribunSolo.com, Selasa (15/9/2020).

Tawaran Eddy ditelan mentah-mentah oknum tersebut dan mempersoalkan izin penyelenggaraan acara.

Oknum itu bahkan mengaku diberi kuasa Paku Buwono XIII.

Baca: Keraton Solo Tunda Tingalan Dalem Jumenengan Paku Buwana XIII

"Tidak mau ikut, dia tanya diadakan di sini bagaimana, izinnya siapa, ini kok dibuka bagaimana," ujar dia.

"Saya jelaskan, yang menutup kami juga. Kalau kami buka nanti akan kami tutup lagi. Tapi dia bilang, tidak bisa, saya penguasa yang diberi kuasa Sinuhun," tambahnya.

Eddy menuturkan pihaknya telah mengantongi izin dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, dan Polres.

"Izin dari Satuan Tugas sudah, pemberitahuan Polres sudah. Makanya kemarin ada TNI-Polri berjaga," tuturnya.

Baca: Fakta-fakta Viralnya Sarjana Penjual Nasi Sayur di Alun-alun Kidul Keraton Solo

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas