Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

POPULER REGIONAL: Kapolsek Dicopot Gara-gara Konser Dangdut | Ganjar Pranowo Telepon Gus Miftah

Di antaranya tentang Kapolsek Tegal Selatan yang dicopot karena tidak mampu membubarkan acara konser dangdut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Daryono
zoom-in POPULER REGIONAL: Kapolsek Dicopot Gara-gara Konser Dangdut | Ganjar Pranowo Telepon Gus Miftah
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Warga berimpitan menyaksikan pentas dangdutan di tengah pandemi yang digelar salah satu pejabat di Lapangan Tegal Selatan Kota Tegal, Rabu (23/9/2020) malam. 

TS yang merupakan warga Kecamatan Sei Bamban itu meninggal dunia di Rumah Sakit Sultan Sulaiman Sei Rampah, Sabtu (26/9/2020). 

Selengkapnya >>

3. Ganjar Pranowo Mendadak Telepon Gus Miftah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada Muhammad Habiburrahman alias Gus Miftah untuk membatalkan pengajiannya di Kabupaten Pemalang.

Ganjar khawatir kegiatan pengajian itu dapat memicu kerumunan saat pandemi virus corona masih merebak hingga saat ini.

Ganjar meminta Gus Miftah untuk mengajak pendakwah lain agar menggelar pengajian secara virtual.

"Saya langsung menghubungi beliau. Saya minta karena kondisinya masih (pandemi) seperti ini agar segera diselesaikan. Beliau mengiyakan dan mengatakan telah memasuki doa penutup," kata Ganjar dalam keterangannya, Minggu (27/9/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

Selengkapnya >>

4. Foto Bugil Ibu Muda Disebar Mantan Pacar

Foto dan video bugil seorang ibu muda di Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebar di WhatsApp teman-teman hingga guru anaknya yang masih SMP.

Bocah SMP yang tidak terima itu pun melaporkan peristiwa ini ke polisi.

Belakangan diketahui, perbuatan keji itu ternyata dilakukan oleh mantan pacar ibunya.

Baca: Pemilik Kos di Sumsel Perkosa Gadis SMA, Ancam Sebarkan Video Bugil Korban

Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, bocah SMP itu lapor polisi setelah foto bugil ibunya disebar ke teman-temannya sesama pelajar serta guru di sekolahnya melalui WhatsApp.

Remaja yang kini trauma itu juga mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya untuk minta pendampingan dan perlindungan hukum.

Selengkapnya >>

(Tribunnews.com)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas