Tribun

UU Cipta Kerja

Imbas Aksi Tolak UU Cipta Kerja, Pemkot Malang Rugi hingga Rp 200 Juta: Ini Kericuhan Demo Terparah

Imbas kerusuhan demo tolak Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja, pemerintah kota (Pemkot) Malang alami kerugian hingga ratusan juta.

Editor: Nanda Lusiana Saputri
Imbas Aksi Tolak UU Cipta Kerja, Pemkot Malang Rugi hingga Rp 200 Juta: Ini Kericuhan Demo Terparah
Istimewa/Tribunnews
Demo Tolak Omnibus Law di Malang Ricuh, Lemparan Batu dan Bom Molotov sasar Gedung DPRD 

TRIBUNNEWS.COM - Imbas kerusuhan demo tolak Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja, pemerintah kota (Pemkot) Malang alami kerugian hingga ratusan juta.

Dalam aksi yang berlangsung ricuh itu, massa nekat melempar bom molotov, batu hingga merusak sepeda motor dan pos timur gerbang DPRD Kota Malang.

Akibatnya, sejumlah kaca di Balai Kota Malang pecah, mobil pelat merah dirusak.

Bahkan, massa juga nekat membakar satu mobil milik Satpol PP.

"Ini kericuhan demo terparah di Kota Malang. Total kerugian yang kami himpun kurang lebih Rp 200 juta. Dan mobil yang dirusak kira-kira Rp 10-15 Juta," ucap Kasubbag Komunikasi Pimpinan bagian Humas Pemkot Malang, Joko Priyono, Kamis (8/10/2020).

Dari pantauan di lokasi, suasana di dalam Balai Kota Malang cukup mencekam.

Baca: Seorang Pedagang Siomay jadi Korban Bentrok Demo Tolak UU Cipta Kerja, Gerobak dan Dagangan Hancur

Beberapa aparatur sipil negara (ASN) di Balai Kota Malang berlarian saat mendengar pecahan kaca dari belakang ruang mejanya.

Puluhan Satpol PP bertugas mengamankan Balai Kota Malang dari aksi pendemo.

Pendemo pun akhirnya digiring mundur ke Jalan Majapahit dan Jalan Kahuripan setelah satu mobil water canon memasuki halaman luar Balai Kota Malang.

Mobil tersebut bertugas memadamkan mobil patwal Satpol PP yang dibakar di Jalan Majapahit Kota Malang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas