Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Berharap 'Wahana' Naik Layang-layang di Bantul Bisa Dijadikan Objek Wisata

Fajar Tegar Laksono seorang warga Bantul Yogyakarta berharap 'wahana' naik layang-layang di daerahnya bisa dijadikan objek wisata.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Warga Berharap 'Wahana' Naik Layang-layang di Bantul Bisa Dijadikan Objek Wisata
https://www.instagram.com/kedon_teamofficial/
Seorang warga saat naik layang-layang di Bantul 

TRIBUNNEWS.COM - Fajar Tegar Laksono seorang warga Bantul Yogyakarta berharap 'wahana' naik layang-layang di daerahnya bisa dijadikan objek wisata.

Sebagaimana viral di media sosial sebelumnya, aktivitas ini berlangsung di timur Jalan Lintas Selatan Pentokan Aspal, Bantul, Yogyakarta.

Fajar sendiri mendatangi lokasi tersebut pada hari Sabtu (24/10/2020) kemarin dan melihat 'wahana' naik layang-layang  memiliki potensi untuk dikembangkan.

Oleh karena itu, dia berharap ada pihak-pihak yang mau bertanggung jawab sebagai pengelola.

Terlebih saat hari Sabtu dan Minggu lokasi menjadi ramai yang mengundang pedagang kecil lainnya, sehingga dapat memutar roda ekonomi masyarakat kecil.

"Selain itu juga ini untuk menunjukan kalau Bantul itu memiliki tingkat kreativitas yang tinggi."

"Dengan video itu semoga banyak yang mengenal dan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Bantul."

Rekomendasi Untuk Anda

"Semoga juga setelah viral pihak pemilik layangan juga memperhatikan tingkat keamanan," katanya kepada Tribunnews, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Viral Video Ikan Cupang Masuk IGD, Dapat Bantuan Pernapasan Lewat Tabung Oksigen

Baca juga: Viral di Medsos Kondom Bekas Bertebaran di Jalanan Setelah Tangerang Diguyur Hujan Deras

Belum Ada yang Mengelola

Diketahui aktivitas tersebut sudah dilakukan sejak musim kemarau kemarin.

Sedangkan pemilik layang-layang merupakan warga sekitar.

"Tidak ada pengelola, hanya kesadaran masyarakat sekitar yang memiliki kreativitas dan ingin hiburan di saat corona," kata Fajar.

Ia melanjutkan ceritanya, bagi warga yang ingin menaiki layang-layang tidak dipungut biaya sepeserpun.

Meskipun demikian, Fajar mengakui pengaman saat naik 'wahana' ini dirasa masih kurang.

Warga hanya disediakan dua batang kayu untuk duduk dan berpegangan selama menaiki layang-layang.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas