Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Mendengar Suara Keributan Beberapa Jam Sebelum Jasad MAR Ditemukan di Lapangan Kentungan

Saat ditemukan korban dalam posisi miring ke kanan menghadap ke selatan menggunakan celana jeans biru dan badan tertutup selimut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Warga Mendengar Suara Keributan Beberapa Jam Sebelum Jasad MAR Ditemukan di Lapangan Kentungan
google.com
Lapangan Kentungan Sleman. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Hingga kini kematian pria yang ditemukan di sekitar Lapangan Kentungan, Jalan Kaliurang Km 6,5 pada Senin (9/11/2020) kemarin masih menyisakan misteri.

Polsek Depok Timur, Kabupaten Sleman menduga penemuan mayat yang menggemparkan warga Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman merupakan korban penganiayaan.

Sebab terdapat tanda-tanda kekerasan pada mayat yang ditemukan oleh warga, di sekitar Lapangan tersebut.

Saat ditemukan korban dalam posisi miring ke kanan menghadap ke selatan menggunakan celana jeans biru dan badan tertutup selimut.

Korban mengalami luka pada pipi sebelah kanan, bawah telinga kanan mengalami robek 2 cm, belakang telinga sebelah kanan luka 1 cm, pelipis kanan, mata sebelah kanan lebam, dan pendarahan pada telinga kanan.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Suhadi mengatakan, identifikasi mayat sudah dilakukan oleh tim Inafis dari Kepolisian dan beberapa dokter dari RS Bhayangkara Polda DIY.

Baca juga: Malam Diantar Istri ke Kentungan, Esok Paginya Warga Kaliabu Ditemukan Tewas Luka Parah

Hasilnya identitas korban telah ditemukan dengan inisial MAR usia 22 tahun, warga Kaliabu, Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman.

Rekomendasi Untuk Anda

Analisa Polisi, korban tergeletak di TKP sudah sekitar tiga jam.

Hal itu diketahui dari hasil autopsi yang dilakukan oleh tim Inafis yang saat itu datang sekitar pukul 08.10 WIB.

Sementara penemuan mayat pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB.

"Diduga korban meninggal sudah sekitar tiga hingga empat jam. Itu setelah dokter datang dan melakukan olah TKP ya," katanya, Senin (9/11/2020).

Suhadi mengatakan, untuk saat ini proses penyelidikan sedang berlangsung.

ilustrasi jenazah
ilustrasi jenazah (NST)

Ia menegaskan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Terdapat luka hantam di punggung korban. Namun demikian, Suhadi masih belum memastikan luka tersebut berasal dari benda tajam atau tidak.

"Indikasinya memang ada tanda-tanda kekerasan. Namun hasilnya masih nunggu dari dokter."

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas