Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Diterjang Banjir, Rumah Sukisno Tinggal Dinding Dapur

Sutiyo (50) menjelaskan, banjir bandang yang menghantam wilayahnya menyebabkan belasan rumah terendam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Diterjang Banjir, Rumah Sukisno Tinggal Dinding Dapur
tribun jateng
Seorang warga melintas di depan rumah rusak parah akibat luapan sungai Winong setinggi dua meter di Sidorejo, Kambangan, Mijen, Jumat (20/11/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG -- Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir melanda sebagian Kota Semarang.

Banjir tak hanya terjadi di Perumahan Delta Asri 2 Cangkiran, Mijen saja.

Terdapat dua Kelurahan lain di Mijen yang dihantam banjir hingga menyebabkan kerusakan.

Dua kelurahan tersebut yaitu di Sidorejo, Kambangan, Mijen.

Lalu Perum Jatisari, Jatisari, Mijen.

Dari wilayah tersebut banjir di Sidorejo, Tambangan menyebabkan satu rumah milik warga hancur hanya menyisakan dinding rumah depan dan belakang.

Baca juga: Terseret Banjir di Kendal, Jasad Nadia Ditemukan Tak Jauh dari Ayahnya

Atap dan dinding tengah rumah itu sudah hanyut dibawa arus banjir beserta isinya.

Rekomendasi Untuk Anda

Rumah itu milik Sukisno (40) warga RT 3 RW 3 Sidorejo, Tambangan, Mijen.

"Rumah hancur lebur, sisanya sedikit tembok yang ada di ruang tamu dan dapur," kata Sukisno kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Banjir Rob Terjang Pesisir Utara Karawang, Warga Pasang Jaring Pemecah Ombak

Dia menyebut, luas rumahnya 5 meter x 9 meter yang merupakan rumah permanen berdinding tembok.

Rumah itu sudah berada di bantaran sungai Winong yang mengalir di wilayah kampungnya.

"Tinggi banjir hampir 2 meter, kejadian banjir juga berlangsung cepat hanya 30 menit tetapi dampaknya sangat luar biasa," bebernya.

Sementara warga lain, Sri Asmonah mengatakan, rumahnya terendam banjir menyebabkan berbagai peralatan rumah tangga miliknya rusak.

Total kerugian mencapai puluhan juta.

"Kami sudah tinggal di sini turun temurun, saya sendiri sudah 50 tahun lebih tinggal di sini tetapi baru kali ini banjir," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas