Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswi Kelas 6 di Bone Mendadak Tak Bisa Melihat, si Kakek Duga Akibat Radiasi Ponsel

Ririn Indrianti awalnya mengeluh bahwa dia merasa pusing dan penglihatannya kabur

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Siswi Kelas 6 di Bone Mendadak Tak Bisa Melihat, si Kakek Duga Akibat Radiasi Ponsel
TRIBUN TIMUR/SAYYID
Seorang anak bernama Ririn Indrianti Amran (10), warga Dusun Romang Bone, Desa Bori Matangkasa, Kecamatan Bajeng Barat, tak bisa melihat.  

Laporan Wartawan Tribun Timur Sayyid Zulfadli Saleh Wahab 

TRIBUNNEWS.COM, GOWA - Ririn Indrianti Amran (10), warga Dusun Romang Bone, Desa Bori Matangkasa, Kecamatan Bajeng Barat, Gowa tiba-tiba tidak bisa melihat.

Awalnya siswi kelas 6 sekolah dasar itu merasa pusing dan penglihatan kabur usai bermain bersama rekannya di sekitar rumahnya. 

Ia pun memberitahukan kakeknya yang pada saat itu juga berada di lokasi. 

Nenek Ririn, Sataria Dg Nganne (46), mengatakan awalnya Ririn bermain bersama teman-temannya pada Sabtu tanggal 14 November 2020 lalu. 

Tiba-tiba, cucunya itu mengeluh bahwa dia merasa pusing dan penglihatannya kabur.

Setelah itu, Ririn pun pulang ke rumahnya yang tak jauh dari tempat bermainnya. 

Baca juga: Otoritas Singapura Lakukan Penyelidikan Kasus Sugiyem, TKW yang Disiksa Majikan hingga Buta dan Tuli

Rekomendasi Untuk Anda

"Kebetulan di sana tempat mainnya ada juga kakeknya, baru dia (Ririn) bilang sakit kepalaku jadi disuruhmi pulang untuk istirahat.

Hari Sabtu sore kejadiannya," ujar Sataria saat ditemui di rumahnya, Kamis (19/11/2020).

Awalnya, lanjut dia, cucunya itu merasakan penglihatan sebelah kiri matanya kabur.

Dan keesokan harinya pada saat dia bangun pagi, kedua mata Ririn tidak bisa melihat lagi. 

"Awalnya mata sebelah kiri yang tidak bisa melihat.

Pas bangun pagi tidak bisa mi melihat kedua matanya, dia bilang sebelumnya masih ada ji na lihat bayangan tapi pas bangun pagi tidak bisa mi lihat apa-apa," ucapnya. 

Hari Minggu, kata Sataria, Ririn dibawa ke dokter praktek guna medapatakan perawatan medis. 

Baca juga: Polsek Batam Kota Gali Motif Siswi WN India Tewas di Kamar Tidurnya

"Hari Senin dibawa lagi ke rumah sakit sampai sekarang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas