Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sri Sultan Hamengku Buwono X Tanggapi Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida oleh KPK

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X serahkan proses hukum dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida ke KPK.

Sri Sultan Hamengku Buwono X Tanggapi Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida oleh KPK
TRIBUN JOGJA/TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA. Gubernur DI yogyakarta, Sri Sultan HB X membacakan orasi budaya di hadapan ribuan warga masyarakat yang memadati Pagelaran Keraton Yogyakarta di kota Yogyakarta, Kamis (1/6/2017). Ribuan masyrakat dari beragam elemen menghadiri acara peringatan hari lahir Pancasila dan pada kesempatan tersbeut Sri Sultan HB X membacakan orasi budaya. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak ikut campur dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta tahun anggaran 2016-2017.

Dia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini tengah mengusutnya. 

Sultan menegaskan dirinya mengetahui ada penyidikan oleh KPK terkait dugaan korupsi pembangunan stadion Mandala Krida dari informasi yang beredar di media massa.

"Ya gak tahu. Kalau di koran kan yang mengajukan antar pemborong ya. Kalau gak keliru ya. Termasuk yang pengadilan," katanya, di Kepatihan, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: KPK Telisik Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta

Sultan menambahkan, sampai saat ini dirinya mengaku belum mengetahui perkembangan lebih lanjut atas penyidikan yang dilakukan oleh KPK di Jakarta.

"Ndak tahu perkembangannya. Pemeriksaannya kapan saya juga gak tahu. Ya dilihat saja nanti bagaimana," imbuh Sultan.

Ditanya mengenai pejabat pemerintah DIY yang kini sedang diperiksa, Sultan menegaskan hal itu sudah menjadi kewenangan penyidik KPK.

Secara tegas, Raja Yogyakarta itu mengungkapkan agar seluruh tahapan penyedikan berjalan sesuai hukum yang berlaku.

"Saksi yang diperiksa KPK siapa saja saya juga gak tahu kok. Itu kan urusan hukum. Ya berproses saja. Saya gak tahu namanya siapa, kan gak tahu. Itu yang ngerti pengadilan di Jakarta to? Jadi saya kan gak tahu, ya berproses saja lah. Serahkan proses hukum," tutup Sultan.

Empat PNS Pemda DIY Dipanggil jadi Saksi

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas