Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seratusan Warga Desa Blater Diserang Chikungunya

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono mengatakan, warga yang terinfeksi telah diobati dan tidak ada yang dirawat inap

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Seratusan Warga Desa Blater Diserang Chikungunya
net
Siklus hidup nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue dan chikungunya kian pendek menyusul perubahan iklim yang terjadi secara global. 

Meski begitu, bukan berarti ancaman virus ini bisa dianggap enteng.

Penyakit ini bisa mengganggu mobilitas penderitanya.

Selain mengobati penderita, Dinkes Kabupaten Purbalingga juga melakukan fogging untuk mengendalikan penyebaran virus ini.

Fogging dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi sebelumnya.

Hanung mengatakan, pesebaran virus dengan perantara nyamuk ini tidak lepas dari kondisi kesehatan lingkungan.

Baca juga: Pengin Menikah Lagi dan Punya Anak, Vicky Nitinegoro Cari Istri yang Paham Agama, Ini Alasannya

Karenanya ia menekankan pentingnya menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah datangnya penyakit.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu digiatkan,terutama saat musim penghujan saat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Hujan yang turun sering menyebabkan lingkungan lembab hingga memicu perkembangbiakan nyamuk lebih cepat.

“Apalagi di musim penghujan, banyak air menggenang,” katanya. (Khoirul Muzakki)

Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Seratusan Warga Desa Blater Diserang Chikungunya, Dinkes Purbalingga: Jangan Dianggap Enteng

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas