Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Modus Ajarkan Amalan, Oknum Pimpinan Ponpes Nekat Lecehkan 7 Santri, Berdalih Istri Hamil Tua

Seorang oknum pimpinan ponpes di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan tega melakukan tindakan asusila terhadap 7 santrinya.

Modus Ajarkan Amalan, Oknum Pimpinan Ponpes Nekat Lecehkan 7 Santri, Berdalih Istri Hamil Tua
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Seorang oknum pimpinan ponpes di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan tega melakukan tindakan asusila terhadap 7 santrinya. - Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang oknum pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan tega melakukan tindakan asusila terhadap para santrinya.

Akibat perbuatannya, oknum pimpinan ponpes bernama Muhammad Bisri Mustofa Al-Aswad alias Agus (32) ditangkap aparat kepolisian.

Ia pun telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran melakukan pelecehan terhadap tujuh orang santri yang masih di bawah umur.

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy melalui KBO Reskrim, IPTU Amirudin Iskandar mengatakan kepada kepolisian, pelaku beralasan istrinya sedang hamil tua sehingga tidak mendapatkan kebutuhan biologisnya, Kamis (26/11/2020).

"Untuk merayu para santrinya, modus yang dilakukan oleh pelaku ialah ingin mengajarkan amalan agar mereka (para santri-red) bisa mengangkat derajat orang tuanya tapi ada syaratnya," ungkapnya begitulah pelaku merayu para korban yang masih di bawah umur.

Baca juga: Pria Beristri Lecehkan 9 Anak di Bawah Umur, Ngaku Bisa Usir Roh Jahat, Korban Diberi Pil Koplo

Baca juga: Kakak Kelas Diduga Lecehkan Mahasiswi IAIN, Teman-temannya Minta Diusut, Berikut Kronologinya

Baca juga: Gerombolan Kakek-kakek Lakukan Tindak Asusila Terhadap Siswi SMP

Disebutkan Amir, para korban berinisial ER (15), RA (14), SM (14), RPA (16), SL (16), ERS (15), IN (17).

Satu di antaranya telah menjadi korban tindakan asusila pelaku sejak lama.

"Salah satu dari ketujuh korban sudah pernah (menjadi korban asusila -red) sejak bulan April tahun 2020 lalu dan sisanya dilakukan hingga tanggal 11 Oktober sekira pukul 11.00 WIB," terangnya.

Dikatakannya, pelaku juga mengaku hanya melakukan tindakan asusila satu kali pada korbannya.

"Meski hanya satu kali, namun perbuatan pelaku sangat bejat dan dapat menggangu kondisi psikologis anak," tegasnya.

Baca juga: Modus Sembuhkan Pasien, Dukun Malah Berbuat Asusila, Korban Tiba-tiba Teriak saat Sampai di Rumah

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Widyadewi Metta Adya Irani
Sumber: Tribun Sumsel
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas