Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

3 Jam Lava Meluncur dari Gunung Semeru, Begini Kondisi di Sekitarnya

Video detik-detik lava meluncur selama 3 jam beredar. Aktivitas letusan lava dari Gunung Semeru ini terjadi pada pukul 01.23 WIB hingga 04.33 WIB.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 3 Jam Lava Meluncur dari Gunung Semeru, Begini Kondisi di Sekitarnya
Instagram.com/tnbromotenggersemeru
Ilustrasi semburan lava pijar di Gunung Semeru pada malam hari 

"Jadi selama dua puluh empat jam terakhir (27/11), Gunung Semeru mengalami 2 kali letusan, guguran 3 kali, hembusan 7 kali, vulkanik dalam 2 kali, tektonik lokal satu kali dan tektonik jauh 3 kali," jelasnya.

Ia mengungkapkan status Gunung Semeru masih dalam level II atau waspada.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 kilometer dan wilayah sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif.

"Kami minta masyarakat untuk tetap tenang tapi selalu waspada," pungkasnya.

Truk dan alat besar milik penambang pasir di Sungai Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang, diterjang lahar Gunung Semeru, Selasa (1/12/2020).
Truk dan alat besar milik penambang pasir di Sungai Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang, diterjang lahar Gunung Semeru, Selasa (1/12/2020). (Surya.co.id/Tony Hermawan)

4. Muntahkan lava panas

Dari Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pasirian pada Senin pagi (30/11), guguran lava panas itu terlihat jelas.

Guguran lava panas itu terlihat mengarah ke Besuk Kobokan.

Rekomendasi Untuk Anda

Yanto penduduk setempat mengatakan, jika malam hari magma yang keluar dari kawah Jonggring Saloko itu terlihat menyala seperti lava pijar.

"Kelihatan kayak api-api," ujar Yanto, Senin (30/11/2020).

Kendati demikian, kata Yanto aktifitas warga setempat masih berlangsung normal, meski kawasan Prunojiwo hanya berjarak 7 kilometer dari kaki Gunung Semeru.

Pantauan di Curah Kobokan aktifitas penambang pasir juga masih berjalan seperti biasanya.

Hari satu di antara penambang mengatakan, para pekerja akan berhenti beraktifitas jika Gunung Semeru mengeluarkan lahar dingin.

"Kalau ada hujan deras kita berhenti karena khawatir banjir lahar dingin," ungkapnya.

Dirinya mengatakan warga saat ini tidak merasa khawatir sebab luncuran lava panas itu berguguran masih dalam zona aman.

"Kalau sirine bunyi baru lari ke jalur evakuasi," pungkasnya.

Sumber: Surya
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas