Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kronologi Ayah dan Anak di Prabumulih  Bacok Tetangga hingga Tewas

Peristiwa terjadi di Desa Tanjung Gelang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumsel, pada Minggu (6/12/2020).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kronologi Ayah dan Anak di Prabumulih  Bacok Tetangga hingga Tewas
IST
Ilustrasi mayat di kamar mayat 

TRIBUNNEWS.COM, PRABUMULIH - Seorang pria bernama Soldin (50) dibunuh oleh ayah dan anak yang merupakan sepupu dan keponakannya.

Pelaku mengaku kesal lantaran korban ribut dengan ayahnya.

Peristiwa terjadi di Desa Tanjung Gelang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumsel, pada Minggu (6/12/2020).

Keponakannya Erik Ustrada (25 tahun) warga Dusun 1 Desa Tanjung Gelang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih langsung menyerahkan diri ke petugas kepolisian setelah membunuh paman sendiri, Minggu (6/12/2020).

Sementara sepupunya bernama Jumat (50 tahun) saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Baca juga: Gara-gara Tak Senang Tinggal Serumah, Kakak Bacok Adik Kandung hingga Alami Luka 23 Jahitan

Kepada TribunSumsel.com, Erik menceritakan alasan membunuh pamannya Soldin (50) yang berdekatan rumah karena kesal lantaran korban ribut dengan ayahnya Jumat (50 tahun).

Dengan mengenakan baju lengan panjang dan celana pendek hitam, Erik mengaku menyesal melakukan perbuatan pembunuhan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya saat itu sedang mengasah parang rencana mau berburu babi, tapi tiba-tiba mendengar ayah sedang ribut dengan korban," ujarnya ketika dibincangi.

Melihat itu Erik membawa parang yang diasah ke lokasi kejadian, lalu pelaku melihat korban cekcok dan telah tersungkur di tanah.

"Melihat bapak sendiri ribut saya kesal dan membela bapak, saya langsung kapak korban sebanyak tiga kali," tuturnya.

Erik menuturkan dirinya menebaskan parang sebanyak tiga kali ke arah korban yang telah tersungkur di tanah.

"Saya tebas tiga kali, pertama ditangkis tangannya yang putus. Lalu kedua dan ketiga di kepala," katanya.

Dengan rasa penyesalan, Erik mengaku dirinya setelah membunuh pamannya tersebut langsung menyerahkan diri ke rumah kades.

"Saya menyesal pak, saya naik motor ke rumah kades menyerahkan diri. Saat itu melihat bapak duduk di teras rumah menghela napas, setelah itu saya tidak tahu," lanjut pria dua ini.

Diberitakan sebelumnya, Soldin (50) warga Dusun 1 Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih tewas mengenaskan akibat dibacok bapak dan anak.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas