Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Hilang 2 Hari, Pemuda 18 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Alpukat

Seorang pemuda bernama Ade Supriatna (18) di Tanggamus ditemukan tegas gantung diri di pohon alpukat.

Editor: Nanda Lusiana Saputri
zoom-in Hilang 2 Hari, Pemuda 18 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Alpukat
Pixabay
Seorang pemuda bernama Ade Supriatna (18) di Tanggamus ditemukan tegas gantung diri di pohon alpukat. 

Sabtu (12/12/2020) sekira pukul 09.00 WIB, salah satu pengelola bernama Odeng (38) yang kebetulan melewati kebun milik korban melihat seperti ada orang yang tergantung di pohon alpukat.

Selanjutnya Odeng pun kembali lagi dan memberitahukan kepada kakak korban dan Erwin.

Mendengar berita tersebut, Ahmad dan Erwin bersama pengelola lainnya langsung pergi ke lokasi.

Setelah sampai, Ahmad membenarkan bahwa orang yang tergantung itu adiknya yang sudah beberapa hari dicari.

Kemudian Erwin melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Pekon Penantian, Kecamatan Ulu Belu dan dilanjutkan ke Polsek Pulau Panggung.

Baca juga: Viral Video Dua Turis Asing Berboncengan dan Ceburkan Diri dengan Motor ke Laut

Baca juga: Pergi Tanpa Pamit, Wanita 60 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jengkol, Tubuh Sudah Membusuk

Akhirnya polisi bersama tim medis dari Puskesmas Ulu Belu Suryadi menuju lokasi untuk olah TKP dan memeriksa jasad korban.

Hasil pemeriksaan fisik tubuh korban ditemukan cairan sperma di kemaluan korban.

Berita Rekomendasi

Diperkirakan korban sudah meninggal dunia dua hari sebelum ditemukan.

"Di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kesimpulan sementara, korban diduga melakukan bunuh diri," ujar Ramon.

Selanjutnya dari TKP polisi mengamankan barang bukti satu tas bahan karung plastik (kampek) warna putih yang dibawa korban, tali tambang warna hijau panjang sekitar dua meter dan sepasang sepatu boot warna hijau milik korban.

"Korban sesuai KTP beralamat di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Datang ke Pekon Penantian guna berkebun kopi bersama kakaknya namun berbeda lahan," jelas Ramon.

Ia menambahkan berdasarkan keterangan kakaknya, korban cenderung tertutup dan pendiam sebab depresi karena putus cinta.

"Keluarga mengikhlaskan kematian korban dan membuat surat pernyataan untuk tidak akan dilakukan autopsi. Sehingga langsung dimakamkan di lokasi setempat," kata Ramon.

Kontak bantuan

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas