Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

103 Ekor Gajah Konflik dengan Masyarakat Aceh, 10 Ekor di Antaranya Berujung Kematian

Akibat konflik dengan masyarayat, 10 ekor gajah yang mati terdiri dari gajah jantan, betina dan anak gajah.

103 Ekor Gajah Konflik dengan Masyarakat Aceh, 10 Ekor di Antaranya Berujung Kematian
For Serambinews.com
Muspika Mila, Pidie, melihat gajah mati di kebun warga di Gle Cut, Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie, Rabu (9/9/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat hingga Senin (21/12/2020), sebanyak 10 ekor gajah dan 35 ekor harimau Sumatera di Aceh mati, akibat berkonflik dengan manusia.

"103 ekor gajah konflik dengan masyarakat, 10 ekor di antaranya berujung kematian," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, kepada Serambi, Senin (21/12/2020).

Dikatakan, 10 ekor gajah yang mati terdiri dari gajah jantan, betina dan anak gajah.

Sedangkan pada tahun 2019, tiga ekor gajah yang mati.

Gading gajah-gajah yang mati pada tahun ini semuanya dapat diselamatkan oleh pihak BKSDA Aceh.

Sementara itu, gajah yang mati satu ekor di tahun 2020 berasal dari Pidie, Aceh Jaya 5 ekor dan daerah lainnya yang diduga terkena arus listrik dan penyebab konflik lainnya.

Tim BBKSDA Riau melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah yang ditemukan mati di areal PT Arara Abadi di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (19/11/2019)
Tim BBKSDA Riau melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah yang ditemukan mati di areal PT Arara Abadi di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (19/11/2019) (Kompas.com/Dok. BBKSDA Riau)

Sedangkan, tahun 2019, gajah konflik dengan masyarakat sebanyak 107 ekor dan konflik gajah kali ini menurun bila dibandingkan tahun 2020.

Kawanan gajah itu berasal dari Pidie, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Timur.

Sementara itu, BKSDA Aceh menangani 35 kasus konflik harimau dengan masyarakat.

Sebelumnya, pada tahun 2019, konflik masyarakat dengan harimau hanya sekitar 20 kasus.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas