Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Padepokan Prasetya Budya Gelar Selamatan Sedekah Gunung

Hajatan itu juga dibarengi Pasang Tumbal di aliran Sungai. Itu diyakini sebagai benteng keselamatan bagi khalayak, khususnya sekitar Merapi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Padepokan Prasetya Budya Gelar Selamatan Sedekah Gunung
dok Padepokan Prasetya Budya
Padepokan Prasetya Budya di Desa Dukun, Kecamatan Sumber, Magelang, Jawa Tengah, menggelar Caosan Sedekah Gunung. 

Pras juga meminta agar warga tidak mudah terpengaruh terhadap wacana yang bisa menimbulkan kepanikan seputar erupsi Merapi, termasuk pemahaman tentang juru kunci.

“Perlu diingat, Merapi tidak punya juru kunci. Merapi memiliki mekanismenya sendiri dan sudah ada pembagian tugas yang mengatur empat unsur utama dan alam sekitarnya. Termasuk sungai, hasil bumi, dan lain-lain. Tak seorangpun yang layak dan bisa disebut sebagai juru kunci,” tandas beliau.

Pras juga menegaskan agar erupsi Merapi tidak disebut sebagai bencana.

“Jangan melihat Merapi saat erupsi saja. Tapi juga melihat bagaimana peran Merapi bagi kehidupan pada saat normal.”

Pemimpin padepokan Prasetya Budya ini menganggap penyebutan bencana terhadap erupsi Merapi adalah keliru.

Merapi notabene selama ini memberi penghidupan, khususnya pada warga sekitar Merapi.

Pras lalu memberi penjelasan perihal pesan kunci yang diterima dari Dawuh Merapi.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kuncinya adalah bersyukur dan tenang. Syukur karena selama ini sudah mendapat penghidupan dari Merapi di masa-masa normal dan tetap tenang selama erupsi. Syukur menjadi modal utama untuk bersikap tenang, sehingga kita bisa membaca gejala yang nampak,” pungkas Pras.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas