Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Pernikahan 2 Penyandang Tuna Netra, Berawal dari Kenalan di Facebook hingga Saling Curhat

Kisah unik datang dari pernikahan dua orang penyandang tuna netra. Awalnya, keduanya berkenalan lewat Facebook.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Kisah Pernikahan 2 Penyandang Tuna Netra, Berawal dari Kenalan di Facebook hingga Saling Curhat
Adrian Amurwonegoro/Tribun Bali
PENUH HARU - Pernikahan dua pasangan tuna netra Julius Kai dan Mersiana Fatima berlangsung penuh haru di Gereja Katolik Katedral Denpasar, Jumat 22 Januari 2021. 

Julius dan Mersi sempat loss contact sekitar dua tahunan, sampai akhirnya Tuhan mempertemukan mereka kembali dan mereka menjalin hubungan yang lebih dekat selama satu tahun.

Julius pun akhirnya meminang Mersi.

"Ya, mungkin sudah jalannya bertemu lagi, akhirnya saya komitmen mencari pasangan hidup," tutur penyiar Radio Pemerintah Kota Denpasar 92,6 FM yang dianugerahi suara empuk itu.

Sementara itu, selepas masa sekolah menengah atas di Manggarai, Flores, Mersi memutuskan untuk bekerja di Bandung atau sekitar 7 tahun terakhir ini.

Selama menjalin hubungan dekat dengan Julius, keduanya sempat bertemu sebanyak 3 kali.

Bandung, Salatiga, dan Bali menjadi saksi perjalanan cinta mereka.

Berbicara perjalanan kisah cinta, Julius dan Mersi tak ubahnya pasangan lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka kerap diterpa prahara hubungan karena perbedaan pendapat, egoisme.

Namun hal itu dapat mereka tangkal dengan kekuatan cinta berdua.

"Berantem pernah, ada karena beda pendapat, egois, tapi Puji Tuhan bisa dikontrol," beber perempuan yang segera menginjak usia 28 tahun itu.

Mulai sekarang, Mersi telah keluar dari pekerjaannya di Bandung dan ikut suami, nahkoda cintanya di Bali.

Julius pria kelahiran 18 September 1988 itu juga mengisahkan singkat perjalanan hidupnya yang mengalami kebutaan penuh ini.

Julius yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara itu memang awalnya terlahir secara normal seperti bayi-bayi lainnya.

Namun saat menginjak usia tahun ke-2, Julius mengalami sakit kejang demam atau dikenal dengan step.

Dari situlah kemudian Julius divonis mengalami kebutaan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas