Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dituduh Dukun Santet, Rumah Dibakar Seorang Nenek Tewas Dihakimi Massa di Bima

Pasangan kakek-nenek suami istri menjadi korban amuk massa di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Dituduh Dukun Santet, Rumah Dibakar Seorang Nenek Tewas Dihakimi Massa di Bima
KOMPAS.COM/SYARIFUDIN
Pasangan suami istri di Kabupaten Bima terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit setelah dibacok oleh sekelompok orang karena diduga dukun santet. Sementara rumahnya dibakar.(KOMPAS.COM/SYARIFUDIN) 

TRIBUNNEWS.COM, BIMA - Pasangan kakek-nenek suami istri menjadi korban amuk massa di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mereka menuduh kedua pria dan wanita berusia lanjut tersebut adalah dukun santet.

Akibatnya, aksi main hakim sendiri tersebut salah seorang korban meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Bima.

Korban bernama Pakoh alias Ina Haja yang berumur 60 tahun dan A Latif alias Ama Haja berusia 65 tahun.

Baca juga: Ancam Kirimkan Santet, Pria Ini Lecehkan Anak di Bawah Umur di Jalan Sepi

Warga menyerang mereka pada Rabu (10/2/2021) dini hari di Kecamatan Langgudu, Bima.

Menurut Kodrad, sekelompok warga mendatangi rumah pasangan yang sedang tidur bersama anak mereka.

Kelompok warga yang tak dikenal itu melempari rumah mereka dengan batu.

Baca juga: Dapat Ancaman Santet dari Mantan Pacar, 2 Unit Sepeda Motor Hangus Terbakar

Rekomendasi Untuk Anda

Warga juga membakar rumah pasangan itu.

Korban pun terbangun dan turun keluar rumah panggung.

Namun, nahas korban dikeroyok oleh warga dengan senjata tajam.

"Saat kedua korban turun dari rumah langsung dibacok, sehingga korban berteriak minta tolong.

Untung anaknya terbangun dan langsung menyelamatkan kedua orangtuanya," kata Kepala Subbagian Humas Polres Bima Kota, Iptu Ridwan.

Baca juga: Seorang Petani Dibunuh Secara Sadis di Sikka NTT, Korban Dituding Pelaku Melakukan Santet

Korban menderita luka parah akibat senjata tajam.

Pergelangan tangan salah seorang korban luka parah hingga nyaris putus karena tebasan senjata tajam warga.

"Hampir putus dan luka robek pada punggungnya. Sementara sang suami, A Latif, mengalami luka robek pada betis kanan dan punggung kanan," kata Kodrad.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas