Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ikan Pari Seberat 150 Kilogram Tersangkut Kail Pemancing di Sungai Lematang

Ikan berwarna cokelat gelap dan putih tersebut, ternyata sedang hamil karena diperutnya ditemukan empat ekor anak Pari

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Ikan Pari Seberat 150 Kilogram Tersangkut Kail Pemancing di Sungai Lematang
sripoku.com/reigan
Warga Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI memotong Ikan Pari berukuran Jumbo hasil memancing 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

TRIBUNNEWS.COM, PALI - Warga Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) heboh dengan temuan Ikan pari berukuran jumbo berbobot 150 kilogram.

Ikan ini tersangkut di kail tajur pancing warga saat sedang memancing di pinggiran Sungai Lematang, Kamis (11/2/2021) kemarin.

Sontak, hasil tangkapan ikan Mang Badar ini menjadi tontonan masyarakat setempat yang kemudian memotongnya untuk dibagi-bagi dan dijual.

Dengan susah payah, ikan berbadan lebar itu lalu dibawa menggunakan perahu ke daratan dan menjadi objek warga yang mengabadikannya menggunakan kamera ponsel.

"Ikan berwarna cokelat gelap dan putih tersebut, ternyata sedang hamil karena diperutnya ditemukan empat ekor anak Pari," ujar Doni, warga Tanah Abang yang melihat, Jumat (12/2/2021). 

Ikan pari seperti itu diketahui mulai langka dan jarang didapatkan oleh nelayan yang berburu ikan di Sungai Lematang.

Baca juga: Oknum Notaris di Purwokerto Gadaikan Mobil yang Disewanya

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara, Kades Sedupi, Amran membenarkan bahwa ada warga desanya yang dapat ikan pari berukuran jumbo saat memasang tajur pancing di pinggiran Sungai Lematang

Menurutnya, Ikan pari berukuran Jumbo ini kerap didapati warga pada setiap tahunnya seusai musim hujan saat air Sungai Lematang sedang surut. 

"Memang ikan Pari dari Sungai Lematang. Setiap tahun pasti ada saja warga yang dapat saat air surut musim penghujan," ujar Amran. 

Bahkan, kata dia, pada tahun 2017 warganya ada mendapat Ikan Pari berbobot 200 Kg, lebih besar dari Ikan Pari yang didapati warga, pada Kamis (Kemarin) yang berukuran 150 Kg. 

"Hasil pancingan ini tentu dimakan warga. Hasilnya kadang dibagikan, bisa dijual. Yang enak itu dijadikan ikan asin atau Balur," jelasnya. 

Menurutnya, meski sudah terbilang sulit didapat, namun warga Sedupi yang dominan berada di pinggiran Sungai Lematang terus melakukan perburuan ikan guna untuk dijadikan kebutuhan sehari-hari. 

Baca juga: 4 Ekor Ikan Keluar dari Perut Pari Seberat 150 Kilogram, Ternyata sedang Bunting saat Dipotong Warga

"Untuk melakukan budidaya ikan kita belum ada wacana.

Tidak sedikit hal yang harus dipersiapkan," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas