Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Terima Ibunya Dikubur dengan Protokol Covid-19, Pemuda Ngamuk dan Ancam Petugas dengan Pedang

Seorang pemuda berinisial S mengamuk dan ancam petugas dengan pedang, Rabu (10/2/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Tak Terima Ibunya Dikubur dengan Protokol Covid-19, Pemuda Ngamuk dan Ancam Petugas dengan Pedang
SuryaMalang/Polres Bondowoso
Petugas tengah melakukan proses pemakaman jenazah M (41) warga Desa Kajar, Tenggarang, Bondowoso secara protokol Covid-19. Anaknya sempat menolak pemakaman secara protokol Covid-19 sambil mengancam dengan senjata tajam mirip sebilah pedang. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda berinisial S mengamuk dan ancam petugas dengan pedang, Rabu (10/2/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

Pemuda berusia 20 tahun itu diketahui merupakan warga dari Desa Kajar, Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur.

Sedangkan alasan S melakukan perbuatan tersebut lantaran tidak terima almarhumah ibunya dikuburkan dengan protokol Covid-19.

Malam itu, ia marah sembari mengancam masyarakat dan aparat dengan senjata tajam.

Baca juga: Pedagang Wanita Tewas Diduga Dihantam Tabung Gas, Pelakunya Ditangkap di Bondowoso Jatim

Suasana duka, seketika berubah mencekam.

"Sejak di RSUD dr Koesnadi, pemuda itu sudah berteriak-teriak menolak ibunya dimakamkan sesuai protokol Covid-19, padahal berdasar hasil tes swab, ibunya positif Covid-19."

"Petugas rumah sakit sudah berupaya meredamnya," kata Kasatreskrim Polres Bondowoso, AKP Agung Ari Bowo kepada Surya melalui sambungan telepon, Kamis (11/2/2021).

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, sesampainya di rumah, ternyata S masih kekeh menolak.

Amarahnya juga justru makin membuncah.

Dengan kalap, ia mengambil senjata tajam sejenis pedang dari dalam rumah.

Pedang itu digunakan untuk mengancam agar pemakaman ibunya bisa dilakukan secara normal.

Sejumlah aparat, yakni TNI, Polri dan Satpol PP, pun diterjunkan ke lokasi untuk melakukan tindakan antisipasi sekaligus berupaya memberikan pengertian kepada S.

Kendati begitu, S tetap tak bisa mengendalikan emosi.

Ia turut mengancam aparat dengan mengacungkan pedang dan akan membakar mobil polisi.

"Alhasil, pemuda itu kami amankan sebelum mobil jenazah datang agar suasana tidak semakin gaduh. Karena mengancam masyarakat dan aparat dengan senjata tajam, kami akan memproses perkara ini," jelas Agung.

Baca juga: Cerita Belasan Kambing di Bondowoso Alami Luka Misterius, Diserang Malam Saat Warga Tertidur

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas