Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kronologi Duel Maut 2 Pengendara Avanza di Tanggamus, Saling Serang Pakai Pisau dan Senjata Api

Berikut ini kronologi duel maut dua pengendara Avanza. Pelaku dan korban saling menyerang menggunakan pisau dan pistol.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Kronologi Duel Maut 2 Pengendara Avanza di Tanggamus, Saling Serang Pakai Pisau dan Senjata Api
NST
ilustrasi jenazah- Berikut ini kronologi duel maut dua pengendara Avanza. Pelaku dan korban saling menyerang menggunakan pisau dan pistol. 

Menurut Ramon, pengakuan tersangka yang khilaf, meminta maaf, dan berusaha tidak cepat terpancing emosi akibat perlakuan korban bisa meringankan hukuman di pengadilan.

"Untuk penetapan pasal dan ancaman hukuman tidak berdasarkan itu. Pengakuan yang meringankan bisa disampaikan saat di pengadilan," kata Ramon.

Ia mengatakan, dalam perkara ini tersangka dan korban juga hanya terlibat dalam kasus perkelahian, berujung dengan saling serang dengan senjata masing-masing.

Masalah itu dipicu pesan singkat tudingan yang tidak tepat.

Keduanya tidak terlibat dalam perkara lain.

Sebab, tidak ditemukan unsur-unsur lain dan perkara lainnya.

Dipicu Masalah Sepele

Rekomendasi Untuk Anda

Duel maut di tepi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) ruas Pekon Tanjung Heran, Kecamatan Pugung, Tanggamus disebabkan masalah sepele.

Pertikaian antara tersangka Herli Yansah dan korban Julyadi dipicu pesan singkat.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, hal itu terungkap berdasarkan keterangan tersangka dan hasil pemeriksaan di ponsel korban.

"Sebelum perkelahian diketahui antara tersangka dan korban terjadi perselisihan melalui pesan singkat. Jadi korban merasa sakit hati karena tersangka menyinggung orangtuanya," ujar Ramon, Senin (22/2/2021).

Keduanya saling berkirim pesan karena korban menuding tersangka sebagai pemberi informasi ke polisi.

Itu dibantah oleh tersangka dan akhirnya merembet ke permasalahan lain.

Saling berbalas pesan dan berselisih itu terjadi beberapa jam sebelum terjadinya duel maut pada Sabtu (21/2/2021).

Kemudian tersangka meninggalkan rumahnya untuk berkunjung ke saudaranya di Kedondong, Pesawaran.

Saat itu korban Julyadi (33) sudah menantikan tersangka di depan rumahnya selama 1,5 jam.

Ia melihat mobil tersangka keluar, korban pun membuntutinya.

Sampai akhirnya tersangka berhenti untuk membeli rambutan di tepi Jalinbar ruas Pekon Tanjung Heran, Kecamatan Pugung.

Setelah tersangka membeli rambutan, korban langsung memakirkan mobilnya dengan posisi melintang di depan mobil tersangka.

Kemudian korban keluar mobil dan perselisihan berlanjut.

Menurut pengakuan tersangka, selama ini korban dikenal sering mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.

Saat itu tersangka sudah minta maaf.

Namun, korban yang sudah terbakar amarahnya malah menghantam kepala tersangka.

Dalam kondisi itu, lanjut Zamora, tersangka berusaha sabar dan tidak meladeni perlakuan korban.

Sampai akhirnya terjadi dorong-mendorong dan pergumulan.

Mereka pun saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan pistol.

Dari pengakuan tersangka, sebenarnya dia tidak berniat membunuh korban.

Ia hanya membela diri karena diperlakukan tidak pantas oleh korban, bahkan sampai dicekik.

"Waktu itu saya sudah mengalah dan meminta maaf. Tetapi dia mencekik saya. Saya didorong hingga terjatuh. Di situlah saya khilaf," jelas Herli.

Tersangka mengaku mengenal korban.

Sebab, istri korban berasal dari kampung yang sama dengan tersangka.

Tersangka mengaku menyesali perbuatannya.

Dia juga minta maaf kepada keluarga korban.

"Saya menyesal dan meminta maaf. Saya tidak ada niat membunuh. Padahal saya sudah niat pergi dari lokasi, tetapi dia masih mengadang saya," ujar Herli.

(Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Herli Dicegat saat Beli Rambutan, Julyadi Akhirnya Meninggal setelah Terkena Tusukan

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas