Tribun

Anaknya Disiram Air Panas Oleh Ibu Tiri, Ibu Kandung Meradang dan Lapor ke Polres Sukabumi

Istri mantan suaminya tersebut dilaporkan ke polisi karena diduga menganiaya anak kandung Lena.

Editor: Hendra Gunawan
Anaknya Disiram Air Panas Oleh Ibu Tiri, Ibu Kandung Meradang dan Lapor ke Polres Sukabumi
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi - CJ (28), warga Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, yang diduga menganiaya anaknya hingga meninggal dunia, dibawa polisi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung 

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Lena Marliana (29) seorang ibu di Sukabumi melaporkan istri dari mantan suaminya.

Istri mantan suaminya tersebut dilaporkan ke polisi karena diduga menganiaya anak kandung Lena.

Anak Lena yang masih berusia 6 tahun tersebut tinggal bersama ayah landung dan ibu tirinya di Kampung Sukarata, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Lena berharap terduga pelaku (ibu tiri) dihukum setimpal karena diduga telah menyakiti anaknya hingga mengalami luka siraman air panas di kaki, memar dan kaki sebelah kirinya retak.

Baca juga: Nyaris 9 Ribu Titik Jalan Rusak DKI Diperbaiki Selama Januari - Februari 2021

"Saya pengen dia ngerasain sakitnya apa yang telah anak saya alami dihukumlah," ujar Lena saat ditemui wartawan di Satreskrim Polres Sukabumi, Selasa (2/3/2021).

Lena menjelaskan, anaknya diduga dicekik oleh ibu tirinya tersebut.

Bocah tak hanya itu, luka di kaki yang dialami anaknya itu diduga disebabkan karena siraman air panas.

"Jadi anak dicekik, biar gak bisa ngomong, suaranya jadi serak, nah ditanya kenapa itu, kesini-kesini aku jadi gemes, katanya di banyur (siram) air panas, kalau sama air kopi gak bakalan sampai gitu kan," jelasnya.

Sebelum diketahui kondisi kaki retak dan alami luka siraman air panas, bocah tersebut diketahui oleh warga keluar dari sebuah jendela kamar kontrakan dengan kondisi berjalan terseok-seok.

Baca juga: Viral Video Seorang Ibu Rumah Tangga Aniaya & Ancam Anak Pakai Pisau, Pelaku Kini Temui Mantan Suami

"Asalnya anaknya mau keluar jalan belakang pintu dapur, saya juga gak tau hanya tuhan yang tau menguatkan anak aku, pagi subuh minggu, anak keluar sambil nahan sakit kakinya dia, ada tetangga yang nemuin, dibawa dikasih makan karena diparak, tetangga juga bilang anak sering nangis tengah malam sampai kedengeran tembok bebeledugan (suara benturan), berarti anak sampai genyur (luka) gitu sering disiksa, bukan hanya sekali," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas