Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Peserta KPM PKH Bisa Graduasi Sejahtera Mandiri

Graduasi adalah tidak terpenuhinya kriteria kepesertaan dan/atau meningkatnya suatu kondisi sosial ekonomi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cerita Peserta KPM PKH Bisa Graduasi Sejahtera Mandiri
HandOut/Istimewa
Peserta program KPM PKH asal Brebes, Warsiti mampu menjadi graduasi sejahtera mandiri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, BREBES - Warsiti (37), warga Brebes, membagi pengalaman sebagai peserta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga  (KPM PKH).

Melalui program itu, dia mampu membiayai dua orang anak.

Padahal, dia hanya seorang penjual rujak. Kini, dia memutuskan untuk tidak lagi sebagai peserta PKH.

“Saya bersyukur karena telah banyak mendapat bantuan dari pemerintah. Saya memutuskan mengundurkan diri dari PKH dengan sukarela, tanpa paksaan dari siapapun”, kata Warsiti.

Baca juga: 515 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) di Tangsel Berhasil Graduasi

Warsiti saat ini masih memiliki dua anak yang duduk di bangku SMA dan SD, keseharianya ia mengandalkan penghasilan dari berjualan rujak sayur dan gorengan.

Sejak menerima bantuan PKH pada tahun 2013, ia gunakan uang bantuan tersebut guna memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagian dari bantuan tersebut disisihkan untuk modal usaha jualan rujak sayur dan gorengan.

Tepatnya mulai berusaha jualan rujak sejak 4 tahun lalu saat anaknya yang kedua kelas satu SD.

“Kalau ditanya masih butuh, ya jelas masih membutuhkan tapi kasihan banyak tetangga yang kurang mampu dari saya tapi belum dapat bantuan PKH,” Jelasnya.

Baca juga: Kemensos Beri Lulusan Program PKH Bantuan Modal Usaha

Setelah 8 tahun menjadi peserta PKH dan memanfaatkan bantuan PKH, Warsiti menyampaikan, selama menjadi peserta PKH mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan yang sebelumnya tidak pernah dia dapatkan.

Salah satunya adalah bertukar pendapat dengan pendamping dan KPM lainnya pada saat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).

Hal tersebut menggugah kesadaran Warsiti untuk mengundurkan diri dari PKH karena merasa masih banyak tetangga di sekelilingnya yang memiliki tingkat ekonomi lebih rendah dan layak mendapatkan bantuan PKH tetapi saat ini belum mendapatkan meskipun secara sadar Warsiti masih membutuhkan bantuan tersebut.

Sementara itu, Koordinator PKH Kecamatan Tonjong Dwi May Ismawan menyatakan bahwa mundurnya Warsiti juga diikuti oleh dua KPM PKH.

“Setelah bu Warsiti mundur, diikuti dua KPM yaitu Ibu Tri Astuti warga Desa Tanggeran RW 03 dan Ibu Haryani warga Desa Tanggeran RW 07," kata Dwi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas