Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gadis Tuna Wicara dan Tuna Rungu Dirudapaksa 2 Pria, Berawal saat Hadiri Syukuran Pelepasan Perahu

Seorang gadis tuna wicara dan tuna rungu menjadi korban rudapaksa oleh dua pria.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gadis Tuna Wicara dan Tuna Rungu Dirudapaksa 2 Pria, Berawal saat Hadiri Syukuran Pelepasan Perahu
istimewa
Seorang gadis tuna wicara dan tuna rungu menjadi korban rudapaksa oleh dua pria. 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUNNEWS.COM - Seorang gadis tuna wicara dan tuna rungu menjadi korban rudapaksa oleh dua pria.

Peristiwa itu terjadi saat korban menghadiri acara syukuran pelepasan perahu baru.

Korban dirudapaksa oleh kedua pelaku di belakang WC umum di sekitar lokasi acara.

Kapolsek Aimere Ipda Elias Ballo, SH mengatakan bahwa, korban rudapaksa dua pemuda di Inerie-Ngada menceritakan kasus rudapaksa yang dialami oleh dirinya menggunakan bahasa isyarat kepada kedua saksi.

Pasalnya, korban memiliki keterbatasan dalam berbicara dan mendengar (bisu dan tuli) sehingga menggunakan bahasa isyarat untuk melakukan komunikasi dengan orang lain.

"Saat korban menceritakan kasus rudapaksa terhadap dirinya, dia menceritakan kepada kedua saksi menggunakan bahasa isyarat," kata Kapolsek Aimere Elias kepada Pos Kupang saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Detik-detik Pelaku Bunuh Ibu dan Anak di Aceh Timur, Korban Diturunkan ke Lantai Lalu Dirudapaksa

Baca juga: Seorang Buruh Pabrik Rudapaksa Kakak Beradik Selama 7 Tahun, Beraksi saat Orang Tua Korban Kerja

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, jelas Elias, korban menceritakan ciri-ciri dari kedua pelaku kepada keluarganya juga menggunakan bahasa isyarat.

Diberitakan sebelumnya, seorang gadis yang memiliki keterbatasan berbicara dan mendengar menjadi korban rudapaksa dua pemuda.

Gadis berinisial MEW (20) tersebut dirudapaksa dua pemuda berinisial PT (22) dan YDK (20) secara bergilir.

Aksi tak terpuji tersebut dilakukan dua pemuda itu di tempat wisata Pantai Lekoena, Dusun Nuamuzi Desa Warupale 1, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Rabu (10/3/2021) sekira pukul 23:00 Wita.

Kapolsek Aimere Ipda Elias Ballo, SH mengatakan, sebelum kejadian, korban bersama masyarakat yang ada di sekitar lokasi, menghadiri acara syukuran pelepasan perahu baru di pantai Wisata Lekoena.

Karena korban merasa ingin membuang air kecil, pada saat itu korban berpamitan dengan sorang saksi bernama Yasinta Paga.

Namun pada saat itu, Yasinta Paga meminta seseorang yang bernama Geril untuk mengantar korban ke WC umum yang ada di tempat kejadian.

Baca juga: Ayah Curiga Fisik sang Anak Berubah, Ternyata Sudah Dirudapaksa Pria 43 Tahun hingga Hamil

Seorang yang bernama Geril lalu kembali, karena menunggu korban terlalu lama. Ternyata korban sudah ditangkap oleh kedua pelaku.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas